SAYANG ORANG TUA – MEMBAHAGIAKAN ORANG TUA

Anda dari dilahirkan tentunya dipelihara oleh orang tua sampai anda dewasa dan mulai mencari nafkah sendiri dan bahkan menjadi orang tua bagi anak anak anda dengan berkeluarga .

Terserah anda masih jomblo atau sudah berkeluarga , terserah anda gaji masih kecil atau penghasilan masih kecil , terserah anda punya biaya hidup tinggi ,pertanyaan sederhananya adalah sudahkan anda menyisihkan waktu anda untuk orang tua anda ? Bukan memberikan uang tapi memberikan waktu untuk orang tua anda.

@banddds

bahagia itu sederhana, jangan lupa untuk selalu bersyukur #fyp#foryou#begrateful

♬ suara asli – gabut woi

Orang tua anda mendampingi anda dari anda bayi , mengantar anda ke sekolah , menemanin anda tidur , menyuapin anda makan disaat anda masih bayi dan balita, memasak untuk anda makan, mendampingi anda saat belajar dan bahkan mengajarkan anda pelajaran sekolah, antar jemput anda les,merawat anda saat anda sakit, menemanin anda 24 jam saat anda dirawat di rumah sakit,mengajak anda berjalan jalan dan berekreasi, merayakan setiap sukses anda sekecil apapun seperti nilai rapor juara, juara lomba nyanyi,juara lomba matematika,juara kelas,naik kelas,diterima di universitas, diwisuda kelulusan

Jadi selain mengeluarkan uang untuk membesarkan anda, orang tua juga mencurahkan banyak waktunya untuk membesarkan anda..

Ingat, saat anda masih bayi dan masih minum ASI bagi yang minum ASI , ibu anda praktis kurang tidur . Saat anda masih bayi dan minum susu formulapun , orang tua anda pasti kurang tidur karena anda pasti sering menangis di malam hari .

Orang tua dengan sabar mengajarkan anda berbagai hal saat anda lahir sampai anda bisa melakukan segala hal sendiri, seperti mengajarkan anda menggunakan alat makan untuk makan sendiri, mengajarkan anda mandi sendiri, buang air besar sendiri,mengajarkan anda bicara , menjelaskan kepada anda dengan sabar semua pertanyaan anda yang serba ingin tahu saat masih kanak kanak.

Betapa banyak waktu yang orang tua curahkan untuk anda.

Faktanya anda hari ini sibuk mencari uang , waktu anda tersita untuk mencari uang. Anda yang jadi karyawan lebih sial lagi , waktu anda tersita habis untuk perusahaan dan hanya punya hak cuti 12 hari dalam setahun potong cuti massal.

Anda paling hanya melakukan whatsapp chat , whatsapp call atau whatsapp video call dengan orang tua anda.

Yang tinggal di Jabotabek pun jarang berkunjung ke rumah orang tua yang juga masih di jabotabek juga, apalagi yang orang tuanya tinggal di luar jabotabek bahkan beda pulau sedangkan anda tinggal dan mencari nafkah di Jakarta.

Yang paling parah adalah anda dan orang tua anda sama sama tinggal di Jakarta bahkan di wilayah yang sama misalnya Jakarta Barat tapi anda jarang mengunjungi orang tua anda.

Alasan klasik anda adalah sibuk dengan pekerjaan , sibuk mencari uang , sibuk lembur , sibuk meeting, sibuk uber karir ,sibuk urusin anak anak , sibuk urusin suami,sibuk urusin isteri. Pokoknya ada `1001 tetek bengek alasan kesibukan yang menghalangi anda menyisihkan waktu untuk orang tua.

Yang lebih parah lagi , sudah tidak menyisihkan waktu untuk orang tua juga tidak sanggup memberikan sedikit uang untuk orang tua .

Jadi ngapain ya anda dipelihara dan dididik sampai dewasa tapi endingnya anda tidak punya waktu untuk orang tua anda.? Kalau yang jadi karyawan pasti waktu itu sangat berharga karena hak cuti 12 hari maksimal dalam setahun potong cuti massal, ada potongan gaji kalau terlambat, kalau ada perintah lembur harus dipatuhi sedangkan gaji yang diterima tetap setiap bulan karena di dunia kerja tidak ada istilah makin keras bekerja maka penghasilan makin tinggi. Jadi yang jadi karyawan sebagian besar pasti tidak punya waktu untuk orang tuanya.

Sudahkan anda menyisihkan waktu yang banyak untuk orang tua anda ?

KIRIM WHATSAPP KE KAMI!

Whatsapp : 082187328732

Apakah Anda Percaya Uang Bisa Membeli Kebahagiaan ? Faktanya Anda Menjadi Karyawan Dan Bekerja Keras Untuk Mencari Uang Tapi Kok Tidak Bahagia Ya ?

Uang katanya bisa membeli kebahagiaan .

Kita lulus sekolah , lulus kuliah , menjadi orang dewasa dengan melamar pekerjaan dan memulai perjalanan menjadi karyawan dengan tujuan mencari uang supaya bisa bahagia , bisa membahagiakan orang yang kita kasihi , bisa membahagiakan diri kita sendiri.

Tapi faktanya setelah anda mencari uang , kok yang anda makin hari badan makin capek dan pikiran makin mumet karena begitu punya uang , mendadak biaya hidup meningkat , mendadak harus membayar cicilan ini , cicilan itu , mendadak merasakan uang yang diperoleh kok jadi kurang. Kita mendadak harus punya ini , punya itu karena kalau kita membandingkan diri kita dengan teman seumuran kita , kok kita jadi berasa miskin sehingga kita pun memaksakan diri untuk menyamai teman teman seumuran kita.

Alur hidup yang normal adalah sekolah , kuliah , lulus , bekerja mencari uang , menikah berkeluarga, mencicil rumah , mencicil kendaraan , memiliki anak , menghabiskan hampir semua uang yang kita peroleh untuk membiaya hidup keluarga dan membayar semua cicilan .

Rata rata yang menjadi karyawan mengeluh bahwa uang yang diperoleh kurang dari mencukupi kebutuhan hidup karena biaya hidup tiap tahun meningkat sedangkan kenaikan gaji rata rata hanya formalitas antara 5 sampai 10 persen tiap tahun dan tidak cukup untuk melawan peningkatan kebutuhan hidup.

Apalagi di tahun 2020 dan 2021 era pandemi covid , banyak perusahaan yang melakukan pemotongan gaji antara 30 persen bahkan untuk perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata terjadi pemotongan sampai 70 persen , sedangakan biaya hidup meningkat. Bahkan di tahun 2022 , baru mulai bernafas lega karena pandemi covid sudah mulai menghilang , gaji belum pulih dan masih di potong , tiba tiba harga gas melonjak , harga minyak goreng yang kalau dilihat di awal tahun 2021 masih sekitar rp. 14 ribu per liter mendadak menjadi rp. 24 ribu per liter , naik lebih dari 70 persen harga nya .

Pilot pilot yang profesinya keren keren mendadak banyak yang dirumahkan di tahun 2020 dan 2021 alias tidak terbang sehingga hanya memperoleh gaji pokok , bahkan saya memiliki banyak teman pilot yang sampai harus kehilangan mobil dan rumah di tahun 2020 dan 2021 karena penghasilan di tahun 2020 dan 2021 tidak mencukupi untuk membayar cicilan mobil dan rumah. Padahal itu profesi paling keren .

Banyak yang di phk juga . Banyak pebisnis yang gulung tikar dan bangkrut .

Semoga di 2020 yang di phk sudah memperoleh pekerjaan lagi , yang dipotong gajinya sudah dipulihkan lagi gajinya , yang jadi pilot harusnya sih sudah pulih penghasilannya di tahun 2022 karena penerbangan booming di tahun 2022.

Anda yang jadi karyawan banyak yang menghabiskan waktu di tahun 2020 dan 2021 dengan WFH Work From Home , jadi gaji dipotong tidak terlalu bermasalah karena anda hemat waktu , hemat ongkos dan hemat biaya makan karena cukup bekerja di rumah dan kalau perlu meeting cukup pakai ZOOM .

Nah di tahun 2022 , saat semua sudah pulih , anda harus ngantor , nga boleh WFH lagi , gaji bahkan masih belum pulih dan masih dipotong . Anda mendadak harus bangun pagi , sarapan di kantor , keluar uang transport untuk ke kantor , kalau yang tinggal di pinggiran Jakarta harus bangun subuh , kalau yang nyetir harus mengalami stress macet di jalan , belum yang bawa kendaraan sendiri harus extra anggaran untuk biaya tol kalau pakai mobil, biaya sparepart kendaraan karena sering dipakai seperti ganti oli, ganti ban karena aus , umur kendaraan jadi lebih pendek karena tiap hari dipakai perjalanan bolak balik rumah kantor yang bisa sampai 40 km bahkan 100 km per hari , bahkan lebih dari 100 km per hari . Yang naik kendaraan umum harus antri, berdesakan sehingga harus terbiasa dengan semua jenis bau badan dan bau parfum bercampur di kendaraan umum.

Yang pasti kalau gaji belum pulih dan masih dipotong , tahun 2022 menjadi tahun paling menjengkelkan bagi karyawan karena harus ngantor , tidak bisa WFH lagi sehingga biaya hidup membengkak karena ada extra biaya buat ngantor , eh ditambah lagi biaya hidup meningkat karena perang Ukraina Rusia membuat biaya gas naik , minyak goreng naik dan endingnya barang barang kebutuhan hidup naik harganya.

Yang gajinya sudah pulih juga jengkel karena biaya hidup naik padahal gaji tidak naik walaupun tidak dipotong.

Dari semua hal yang mulai berjalan normal di tahun 2022 seperti harus ngantor , tidak boleh wfh lagi ,ada satu hal yang hilang dari semua karyawan di tahun 2022 yakni waktu terutama waktu berkualitas untuk diri sendiri dan untuk waktu berkualitas untuk orang yang dikasihi..

Di tahun 2020 dan 2021 banyak waktu karena WFH , tidak tersita waktu di perjalanan ke kantor dan perjalanan pulang ke kantor , kualitas tidur sangat baik di tahun 2020 dan 2021 karena WFH sehingga tidak perlu bangun pagi. Stress juga menurun karena tidak perlua mengalami stress macet di jalan saat berangkat dan pulang kantor. di tahun 2020 dan 2021. Tahun 2020 dan 2021 anda yang menjadi karyawan memiliki waktu berkualitas yang sangat banyak.

Jadi waktu adalah hal yang hilang di tahun 2022 bagi karyawan.

Padahal karyawan itu bekerja mencari uang untuk membahagiakan diri sendiri , membahagiakan keluarga dan salah satu wujud kebahagiaan itu adalah bisa memiliki waktu untuk diri sendiri dan memiliki waktu untuk keluarga. Bayangkan saat WFH anda bisa saja berlibur ke luar kota bersama keluarga tapi tetap bekerja atau anda pribadi bisa healing kapan saja ke luar kota tapi tetap bekerja sehingga praktis di tahun 2020 dan 2021 aturan cuti maksimal 12 hari dipotong cuti massal tidak berefek pada anda yang jadi karyawan.

Tapi di tahun 2022 ini , yang jadi karyawan akan merenungkan kebebasannya yang terenggut karena aturan cuti maksimal 12 hari potong cuti massal itu menjadi penanda waktu bukanlah milik karyawan.

Anda tidak percaya kalau anda sebagai karyawan tidak punya waktu ? Coba saja anda menghilang dari perusahaan lebih dari 12 hari kerja dalam satu tahun buat healing dan berlibur , dijamin anda pasti dapat SP Surat Peringatan dari HRD atau atasan anda.

Bos pemilik perusahaan dan anggota keluarganya yang ikut terlibat di perusahaan seperti anaknya , menantunya kalau menghilang dari perusahaan lebih dari 30 hari kerja dalam setahun , santai aja karena mereka adalah pemilik perusahaan . Coba anda atau HRD menegur mereka karena menghilang lebih dari 12 hari kerja dalam setahun , yang terjadi adalah anda atau HRD anda yang menegur itu yang dipecat.

Selamat hidup normal kembali di tahun 2022 dan selamat menikmati waktu yang hilang mulai dari tahun 2022 karena tidak ada WFH lagi buat karyawan.

KIRIM WHATSAPP KE KAMI!

Whatsapp : 082187328732

WAKTU ITU SANGAT MAHAL TAPI JUSTRU KARYAWAN LAH YANG SELALU MENGOBRAL WAKTU YANG HARGANYA MAHAL ITU

Anda sebagai budak korporat alias karyawan tentunya anda menukarkan waktu anda dengan gaji yang anda peroleh bukan ?

Tdak mungkin anda bisa memperoleh gaji 2 digit , di atas 10 juta bahkan sampai diatas 50 juta dengan kondisi pemilik perusahaan atau atasan anda memperbolehkan anda masuk kantor di atas jam 10 pagi setelah anda mengantarkan anak anda ke sekolah dan pulang jam 4 sore untuk mengantar anak anda les kursus.

Tidak lah mungkin anda datang pagi jam 8 dan pulang tepat jam 5 kalau anda adalah pegawai swasta ,apalagi yang bekerja di bidang teknologi atau kantor akuntan . Deadline yang mepet selalu membuat anda harus lembur gila gilaan bahkan kalau perlu nginap di kantor.

Coba anda lewat di daerah segitiga emas seperti jalan sudirman , thamrin ,kuningan , gatot subroto , jam 12 malam masih banyak gedung perkantoran yang lampu masih nyala di banyak lantai ,. Itu menandakan masih banyak manusia manusia kalong yang tidak tidur dan mengobral waktunya untuk perusahaan dengan imbalan gaji.

Bahkan banyak karyawan yang akhirnya insomnia karena terbiasa tidak tidur setelah jam 12 malam karena terbiasa lembur dan banyak atasan juga yang insomnia dan baru punya ide segar pas malam hari dan baru mengadakan meeting di malam hari bahkan memberikan tugas tugas baru di malam hari. Hal ini sangat lazim di dunia kantor akuntan , kantor pengembangan software , startup dan di kantor bisnis periklanan.

@fivox.id

Kalian team teng go atau team nongki di kantor dulu?🙃 fivox.id

♬ Pulang Men – Hinataaaboge

Anda yang sadar waktu itu mahal dan tidak boleh diobral sembarangan dan juga sadar bahwa badan anda bisa rusak di kemudian hari saat usia bertambah kalau diforsir habis habisan untuk pekerjaan dan demi perusahaan , anda tetap tidak bisa berbuat apapun . Anda tidak berani bersuara dan bahkan anda ikut arus lembur sampai malam hari bahkan sampai subuh karena teman teman sekantor anda pada belum pulang . Budaya pakewuh membuat anda ikut mengobral waktu yang mahal itu .

Apakah anda mau terus mengobral waktu anda yang mahal ?

KIRIM WHATSAPP KE KAMI!

Whatsapp : 082187328732

KERJA DAN LEMBUR HABIS HABISAN – WAKTU 110 PERSEN DICURAHKAN UNTUK PERUSAHAAN – SEBENARNYA ANDA KERJA ATAU DIKERJAIN YA ?

Kebangaan seorangsarjana yang baru lulus adalah dapat pekerjaan . Yang lulusan akuntansi kerja di kantor akuntan dan kalau bisa di big 4 . Yang lulusan IT kerja dibidang IT . Banyak lulusan yang kerja di startup .

Semua pekerjaan itu punya persamaan , yakni lembur habis habisan sampai tidak ada waktu untuk bergaul , bahkan waktu untuk merenung di toilet pun hampir tidak ada.

@makanweekend

Reply to @papitunki buat yg baru lulus, masuk big 4 itu oke sih, start gajinya bagus. Tapi jangan lupa manage keuangan ya ! #OCTOsavers #CIMBniaga

♬ Mari Kita Coba – Sisca Kohl

Kalau keasyikan dan tiba tiba sudah berumur 30 tahun , bagi yang cewek berarti harapan untuk mendapatkan pacar makin menipis karena keasyikan bekerja dan mencurahkan 110 % waktunya untuk pekerjaan dan perusahaan. Circle teman temannya hanya teman teman kantor dan tidak punya teman lain diluar lingkaran teman teman kantor.

Hal ini lah yang terjadi dalam kehidupan di era digital saat ini .

Pertanyaannya adalah apakah sepadan waktu yang anda korbankan dengan apa yang anda peroleh ? Karena waktu adalah aset paling berharga yang tidak bisa diklaim kembali kalau sudah lewat . Uang bisa dicari , tapi kehidupan yang sudah anda lewatkan tidak bisa anda ulang kembali.

@kvinkit

Reply to @emilia624604 nih kak.. Enjoy masih anget ☕️ #kvinkit #fyp #foryou #foryoupage #foryourpage #fypage

♬ Strangest Things – Sweet After Tears

Kalaupun anda bilang uang yang anda peroleh sepadan dengan pengorbanan waktu anda di pekerjaan , tetap saja biaya berobat ke dokter jauh lebih mahal karena sakit yang mungkin anda derita saat anda makin bertambah usia baik sakit fisik maupun sakit mental .

Anggaplah perusahaan anda memberikan fasilitas jaminan asuransi kesehatan , sehingga anda tidak bonyok secara keuangan kalau sakit.

Tetap saja badan anda sudah soak kalau anda sakit . Bagi yang cewek kalau badan soak tentu mempengaruhi kemungkinan memiliki anak .

Apalagi untuk yang cewek, keasyikan kerja dan usia subur terlewati , maka sirnalah sudah harapan punya anak kandung.

Banyak perusahaan menuntut kerja keras karyawannya dan memberikan fasilitas asuransi kesehatan tapi hampir tidak ada perusahaan di Indonesia yang memberikan fasilitas asuransi pembekuan sel telur untuk karyawan wanita di saat usia subur.

Jadi uang yang diperoleh dari pekerjaan walaupun besar tetap menjadi tidak ada artinya dibandingkan pengorbanan yang anda lakukan .

Bagi anda yang berani mengambil langkah berbeda , bisa memulai melakukan sesuatu yang berbeda dengan karir yang sedang anda jalani.

KIRIM WHATSAPP KE KAMI!

Whatsapp : 082187328732

AYAH ADALAH PENCARI NAFKAH UTAMA DAN TULANG PUNGGUNG KELUARGA SAMPAI TIDAK PUNYA WAKTU UNTUK ANAK

Fakta kehidupan bahwa seorang ayah pasti akan bekerja keras untuk membahagiakan anaknya yakni giat mencari nafkah supaya uang yang diperoleh banyak untuk membahagiakan anaknya . Masalahnya semakin giat mencari nafkah , maka semakin tidak ada waktu untuk anaknya. Inilah dilema kehidupan , hidup butuh uang dan membahagiakan anak butuh uang , namun untuk memperoleh uang tersebut , si ayah harus menukarkan waktunya dengan tenaga dan pikirannya . Jadi masa masa emas pertumbuhan anak tidak ditemanin oleh si ayah yang sibuk mencari uang.

@edyjaputra

Celebrate My daughter 5th bday .. so i ask her to date, so when she grow up she knew dad is my first date 😊😊😅😅 and when she find a man she already know the standart #date #daughterbday #prouddaddy #family

♬ original sound – Edy Japutra – Edy Japutra

Beriikut adalah kisah seorang anak yang sampai harus membeli waktu ayahnya supaya bisa ditemanin ayahnya dan bermain bersama ayahnya .

Seorang Ayah yang tinggal di pinggiran Jakarta dan bekerja di pusat kota Jakarta . Setiap pagi si Ayah harus sudah berada di balik kemudi sebelum jam 6 pagi untuk menghindari macet dan menghindari genap ganjil di pintu masuk tol . Si Anak masih terlelap tidur saat si Ayah berangkat kerja dan si Ayah biasanya sampai di rumah rata rata jam 9  malam saat si Anak sudah tidur.  Hal demikian dilakukan si Ayah dari Senin sampai Jumat dan si Ayah juga ngantor pada hari Sabtu walaupun hanya setengah hari tapi si Ayah tetap berangkat pagi pagi di hari Sabtu dan pulang jam 6 sore di hari Sabtu.

Pada suatu hari, seorang Ayah pulang dari bekerja pukul  9 malam. Seperti hari-hari sebelumnya, hari itu  sangat melelahkan baginya. Sesampainya di rumah ia mendapati anaknya yang berusia 8 tahun yang duduk di kelas 3 SD sudah menunggunya di depan pintu rumah. Sepertinya ia sudah menunggu lama.

“Kok belum tidur?” sapa sang Ayah pada anaknya.

Biasanya si anak sudah lelap ketika ia pulang kerja,  dan masih tidur  ketika ia akan bersiap berangkat ke kantor di pagi hari.

Aku menunggu Papa pulang, karena aku mau tanya berapa sih gaji Papa?”, kata sang anak.

Lho, tumben, kok nanya gaji Papa segala? Kamu mau minta  uang lagi ya?”, jawab sang ayah.

Ah, nggak pa, aku sekedar..pengin tahu aja…” kata anaknya.

Oke, kamu boleh hitung sendiri.  Gaji Papa kalau dihitung per hari adalah Rp.  800 ribu . Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam  . Setiap bulan  rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi gaji Papa satu bulan berapa, hayo?!”, tanya sang ayah.

Si anak kemudian berlari mengambil kertas dari meja belajar sementara Ayahnya melepas sepatu dan mengambil minuman.

Ketika sang Ayah ke kamar untuk berganti pakaian, sang anak mengikutinya.

Jadi kalau satu hari Papa dibayar Rp 800.000 utuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp 80.000 per jam dong!”

Kamu pinter, sekarang tidur ya..sudah malam!”

Tapi sang anak tidak mau beranjak. “Papa, aku boleh pinjam uang Rp 20.000 nggak?”

Sudah malam nak, buat apa minta uang malam-malam begini. Sudah, besok pagi saja. Sekarang kamu tidur”

Tapi papa..”

Sudah, sekarang tidur” suara sang Ayah mulai meninggi.

Anak kecil itu berbalik menuju kamarnya.

Sang Ayah tampak menyesali ucapannya. Tak lama kemudian ia menghampiri anaknya di kamar. Anak itu sedang terisak-isak sambil memegang uang Rp 60.000.

Sambil mengelus kepala sang anak, Papanya berkata  “Maafin Papa ya! Kenapa kamu minta uang malam-malam begini.. Besok kan masih bisa. Jangankan Rp.20.000, lebih dari itu  juga boleh. Kamu mau pakai buat beli mainan khan?”

“Papa, aku ngga minta uang. Aku pinjam…nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajanku.”

Iya..iya..tapi buat apa??” tanya sang Papa.

“Aku menunggu Papa pulang hari ini dari jam 7 malam. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Satu jam saja pa, aku mohon. Mama sering bilang, kalau waktu Papa itu sangat berharga. Jadi aku mau beli waktu Papa. Aku buka tabunganku, tapi cuma ada uang Rp 60.000. Tadi Papa bilang, untuk satu jam Papa dibayar Rp 80.000.. Karena uang tabunganku hanya Rp.60.000,- dan itu tidak cukup, aku mau pinjam Rp 20.000 dari Papa” .

Sang Papa cuma terdiam.

Ia kehilangan kata-kata. Ia pun memeluk erat anak kecil itu sambil menangis. Mendengar perkataan anaknya, sang Papa langsung terdiam, ia seketika terenyuh, kehilangan kata-kata dan menangis.

Ia lalu segera merangkul sang anak yang disayanginya itu sambil menangis dan minta maaf pada sang anak..

“Maafkan Papa sayang…” ujar sang Papa.

Papa telah khilaf, selama ini Papa lupa untuk apa Papa  bekerja keras. Maafkan Papa anakku” kata sang Papa ditengah suara tangisnya.

Si anak hanya diam membisu dalam dekapan sang Papanya.

Ini adalah potret kehidupan sehari hari kita di kota Jakarta . Cari duit mati matian untuk keluarga. Tapi saat si anak dari kecil tumbuh dan menjadi remaja , kita tidak punya waktu untuk menemaninya.  Golden moment kebersamaaan dengan anak terlewati dan saat anda pensiun dan sudah punya waktu, si anak sudah keburu remaja dan sudah tidak mau berpergian bersama orang tuanya lagi karena sudah memiliki teman teman seusia dalam pergaulannya.

Sudah berbahagiakah anda dengan rutinitas kerja anda selama ini ?

KIRIM WHATSAPP KE KAMI!

Whatsapp : 082187328732

Waktu Adalah Aset Paling Mahal Dalam Hidup. Tapi Karyawan Justru Yang Paling Menyia Nyiakan Harta Paling Mahal Tersebut

Kita semua sepakat waktu yang sudah lewat tidak dapat kembali lagi. Artinya semua hal yang terjadi tidak dapat diulang lagi dan diperbaiki . Hidup yang kita jalani hari ini adalah akibat dari kita menggunakan waktu di masa lalu. Hidup kita di masa depan tergantung dari bagaimana kita menggunakan waktu di masa kini.

Karyawan adalah orang yang paling tidak menghargai waktu dalam hidupnya.

Karyawan adalah orang yang harus bangun pagi pagi untuk berangkat ke tempat kerja supaya tidak terkena sanksi telat absensi. Kalau tinggal di pinggiran Jakarta , harus bersiap membuang waktu berjam jam di kemacetan di jalan atau harus berdesak desakan di angkutan umum yang melaju menuju tempat kerja. Boro boro olah raga pagi , bisa sampai di tempat kerja tanpa terlambat saja sudah harus bersyukur.

Karyawan juga adalah orang yang sering pulang malam , baik karena terjebak kemacetan di jalan atau karena menuggu angkutan umum yang padat sekali untuk menuju ke rumah. Atau pulang malam karena lembur kerja yang disebabkan beban kerja yang banyak atau target tenggat waktu yang ketat.

Pergi pagi dan pulang malam gaya karyawan adalah gaya yang tidak bikin nyaman karena kalau naik mobil maka rata rata pasti nyetir sendiri sehingga sebelum stress di tempat kerja , sudah disambut stress kemacetan di jalan. Untuk yang naik angkutan umum seperti bus dan kereta, berdesak desakan adalah hal lumrah dan bersabar menunggu angkutan umum juga hal yang lumrah. Jadi rata rata karyawan sudah mengalami stress di jalan , sebelum sampai ke tempat kerja dan juga sebelum sampai ke rumah.

Karyawan rata rata sangat berdedikasi dengan pekerjaannya demi naik jabatan, demi naik gaji.

Waktu yang dipakai karyawan dalam hidupnya pasti sebagian besar tidak jauh dari urusan pekerjaan , buang waktu pulang pergi ke tempat kerja, waktu bekerja di tempat kerja, lembur di tempat kerja, makan siang , snack time bahkan makan malam di tempat kerja. Rumah hanya menjadi tempat numpang tidur beberapa jam saja. Karyawan pasti akan melakukan itu sampai saat pensiun atau saat akhir hayat , tergantung mana yang sampai lebih dulu.

Karyawan rata rata saking sibuknya lupa bergaul dengan teman teman baru, dengan komunitas yang berbeda dengan profesinya. Rata rata hanya bergaul dengan rekan rekan kerja. Jadi pergaulan karyawan rata rata terbatas karena waktu sudah dihabiskan untuk dunia kerja.

Bayangkan jika seorang karyawan yang sudah bekerja 25 tahun di sebuah perusahaan dari sejak kuliah , sangat berdedikasi , sangat rajin , sering lembur , menjabat posisi manajer , tinggal di pinggiran kota Jakarta, pagi pagi sudah ngantor , malam hari baru pulang, hari Sabtu bahkan sering ngantor juga. Banyak sekali kan karyawan yang pola hidupnya seperti itu kan?

Tiba tiba saat di usia 45 tahun , si karyawan mendadak terkena serangan stroke. Kenapa bisa stroke ? Karena si karyawan hampir tidak punya waktu olah raga karena sibuk bekerja dari pagi sampai malam hari setiap hari , tidak sempat makan makanan sehat karena sibuk kerja , jadi asal pesan makanan apa saja di kantor asal bisa cepat selesai makannya dan rata rata makanannya pedas, banyak yang digoreng, banyak yang bersifat junk food. Si Karyawan tersebut karena kerja kantor, rata rata setiap hari hanya duduk saja tanpa bergerak , terkurung di ruangan ber ac sehingga jarang kena sinar matahari , tidak pernah menghirup udara segar selama jam kerja. Si karyawan juga menghadapi beban kerja yang tinggi dan harus melakukan multi tasking setiap hari sehingga tingkat stress juga tinggi. Si karyawan juga stress karena harus menghadapi politik kantor karena banyak yang mengincar posisinya sehingga si karyawan harus selalu membuktikan kalau dia layak memegang posisi manajer tersebut.

Bayangkan di saat stroke dan harus duduk di kursi roda, si karyawan baru tersadar kalau sampai umur 45 tahun banyak hal yang belum dia lakukan. Si karyawan kalau diajak keluarganya berekreasi mengambil cuti selalu bilang nanti, diajak ngumpul bersama teman sekolah selalu bilang nanti, diajak berteman dengan teman baru dari kalangan pebisnis selalu bilang nanti, diajak apapun rata rata selalu bilang nanti.

Nah, disaat si karyawan kena stroke berat , baru si karyawan merenungi semua nanti nanti yang sudah dia ucapkan. Si karyawan mau menikmati hidup alias enjoy life sudah telat karena badan sudah setengah lumpuh. Boro boro mau ke mal , berpindah dari tempat tidur ke kursi roda saja harus dibopong 3 orang. Lupakan menikmati hidup dengan berwisata ke luar kota , apalagi ke luar negeri.

Si karyawan tidak peduli lagi dengan pekerjaan kantornya , tidak peduli lagi dengan resiko posisinya diambil oleh pesaing teman sekantor. Impian si karyawan adalah bagaiman bisa berjalan walaupun harus menggunakan tongkat karena tidak bisa bergerak sama sekali alias lumpuh adalah penderitaan tingkat tinggi.

Si karyawan tidak bisa ngantor lagi sejak kena stroke berat , perusahaan menawarkan si karyawan mengundurkan diri . Pengunduran diri biasanya hanya mendapat sedikit uang penghargaan walaupun sudah 25 tahun bekerja. Si karyawan kalaupun di phk , pesangon 25 tahun bekerjapun tidak ada artinya dibanding kehilangan kenikmatan hidup karena tidak bisa bergerak.

Ngenesnya lagi , si karyawan tidak bisa mewariskan posisi nya sebagai manajer di perusahaan beserta gaji yang diperoleh ke anggota keluarganya yang lain seperti misalnya ke anaknya. Posisi si karyawan digantikan orang lain di perusahaan. Beda ceritanya kalau pemilik perusahaan yang kena stroke berat, posisi si pemilik bisa digantikan anggota keluarga yang lain karena pebisnis bisa mewariskan bisnisnya. Pekerja tidak bisa mewariskan posisi dan jabatannnya.

Dedikasi si karyawan 25 tahun di perusahaan menjadi tidak dihargai karena si karyawan ternyata digantikan orang lain. Jadi hanya dianggap sebutir baut saja , yang kalau copot , bisa digantikan baut lain.

Begitulah hidup karyawan, selalu menjadi keledai yang disuruh bekerja habis habisan untuk keuntungan pemilik keledai. Begitu si keledai sudah tua atau sakit parah maka si keledai disingkirkan.

Bodohnya adalah kok manusia sebagai mahluk yang punya kecerdasan tertinggi di bumi mau jadi keledai ya ?

Seperti apa kita dilahirkan adalah takdir

Seperti apa kita bertumbuh adalah proses

Seperti apa kita di masa tua adalah keputusan

Dimulai dari keputusan hari ini , apa saja yang akan kamu lakukan ?

Anda bisa hubungi :

Yan – Asuransi Allianz

Whatsapp : 0821 8732 8732

Email : bahagia@berbahagia.com

Jadi Karyawan Tidak Punya Kendali Atas Hidupnya Sendiri

Seorang karyawan begitu memasuki dunia kerja dan memutuskan untuk menjadi karyawan sampai pensiun bahkan ada yang seumur hidup sampai akhir hayat , maka karyawan tersebut sudah melepaskan kendali atas hidupnya sendiri.

Karyawan diberikan penilaian , skor untuk menentukan prestasi , pangkat jabatan , gaji dan bonus .

Apa tidak bosan sejak SD sampai lulus kuliah selalu dinilai dengan skor , dan saat sudah bekerja masih dinilai pakai skor.

Dan kalau skor nya jelek , bahasa kerennya benchmark score , maka si karyawan harus menerima konsekuensi seperti tidak naik jabatan,tidak naik gaji,tidak dapat bonus dan banyak tidak tidak lainya. Padahal mungkin skor si karyawan jelek karena lagi ada masalah keluarga seperti anak atau pasangan atau orang tua sakit berat dan menjadi beban pikiran.

Dari absensi telat , pulang telat harus lembur , apa tidak bosan dari sd sampai lulus kuliah kena sanksi absensi , eh pas masuk dunia kerja juga kena. Dan disuruh lembur tidak bisa menolak.

Hanya pemilik perusahaan dan level lingkaran dalam boss serta anak boss yang tidak terkena sanksi absensi atau lembur.

Mau melakukan hal hal yang membutuhkan waktu di hari kerja seperti ikut reuni, acara keluarga,wisata plesiran bersama keluarga harus memperhatikan jatah cuti 12 hari termasuk cuti massal. Jadi kalau sabtu minggu atau tanggal merah tidak cukup dan harus menggunakan hari kerja makaharus irit irit menggunakan jatah cuti hanya 12 hari kerja dalam setahun. Tidak bisa seenak jidat. Yang seenak jidat hanya boss , lingkaran dalam boss serta anak boss yang sok profesional pakai name tag,kalung id tapi bebas menerobos semua aturan main di perusahaan.

Harus menyesuaikan dengan keinginan pemilik , apalagi kalau anak pemilik masuk dan lebih semena mena. Misalnya pemilik masuk sebuah organisasi sosial dan minta semua karyawan ikut menyumbang, maka suka tidak suka harus ikut.

Harus bersedia dikirim ke luar kota , bisa berminggu minggu, berbulan bulan , bahkan ditempatkan di luar kota tahunan , hanya punya waktu setiap akhir minggu untuk berusaha pulang berkumpul dengan keluarga di kota lain yang jaraknya bisa sampai ribuan kilometer. Itupun kalau gajinya cukup untuk pulang setiap minggu ke kota tempat keluarga berada.

Anda sebagai karyawan tidak senang , anda berhenti kerja. Emang anda masih anak kecil , tidak senang , berhenti kerja , cari kerja lagi . Sedangkan karir kan harus dibentuk dari anak tangga terbawah untuk menuju puncak.

Lagian emang gampang cari kerja ? Apalagi di masa pandemi Covid-19 sekarang.

Anda harus hidup berjauhan dengan pasangan dan keluarga karena ditempatkan di kota lain untuk jangka waktu lama. Emang gampang berpisah dengan keluarga untuk jangka waktu lama ? Tanya saja yang kerja di kapal , rasanya bagaimana bisa berbulan bulan tidak bertemu keluarga.

Yang paling ngenes kalau bos nga happy , kita bisa dipecat atau dipaksa mengundurkan diri dengan membuat kita tidak naik jabatan, diberikan pekerjaan yang susah biar kita tidak betah.

Belum hari gini disaat pandemi Covid-19, banyak yang masih menyandang jabatan manager bahkan General Manager , tapi gaji dipotong sampai 90 persen , bahkan hanya dibayar sebesar UMR dan yang paling parah malah tidak digaji alias unpaid leave tapi tidak dipecat , masih menyandang jabatan manager bahkan General Manager . Pepesan kosong bukan?

Di saat pandemi Covid-19 , gaji dipotong , tapi harus kerja dari rumah , istilah kerennya WFH alias Work From Home, harus zoom meeting dari pagi sampai malam bahkan di weekend seperti hari sabtu sehingga tidak bisa membedakan lagi antara kerja atau bersantai karena di rumah bekerja tanpa ada batasan jam kerja lagi.

Jadi karyawan itu memang tidak punya kendali atas hidupnya sendiri.

Emang enak jadi karyawan ?

Dibawah ini adalah bukti hal yang sama , satu dilakukan karyawan dan satu lagi dilakukan oleh pebisnis yang punya nyali bisnis walaupun kelas gerobak.

Perusahaan penerbangan Thailand saking parahnya kondisi keuangannya sampai membuka stand jual makanan sejenis kue bantal atau disebut odading di Jawa Barat. Jadi karyawan karyawannya disuruh membuat kue bantal tersebut dan menjual di stand makanan oleh atasannya. Tujuannya supaya si karyawan karyawan tersebut tidak dipecat. Ngenesnya jualannya laris manis sampai antri , tapi karyawan tidak mendapat lebihnya , hanya sebatas gaji. Itulah nasib karywan. Tidak punya kendali atas hidupnya sendiri.

Sebaliknya di Bandung , ada penjual kue bantal pakai gerobak yang laris manis sampai antri panjang banget , namanya odading mang soleh. Makin laris jualannya dan makin panjang antriannya , makin besar uang yang diperoleh si penjual odading mang soleh di Bandung. Itu namanya aturan hidup yang benar makin keras bekerja, makin rajin bekerja, makin laku jualan, otomatis uang yang diperoleh makin banyak, dan hidup makin makmur. Si penjual odading tersebut punya kendali atas hidupnya sendiri.

Anda butuh konsultasi tentang bagaimana punya kendali atas hidup anda ?

Anda bisa hubungi :

Yan – Asuransi Allianz

Whatsapp : 0821 8732 8732

Email : bahagia@berbahagia.com

http://www.berbahagia.com

Waktu Atau Uang ? Mana Yang Lebih Penting?

Kalau disuruh memilih waktu atau uang , pasti sebagian besar dari anda akan memilih uang.

Benarkan memilih uang adalah pilihan yang tepat ?

Ternyata salah .

Ternyata buku TIME SMART dengan penulis Ashley Whillans memberikan bukti bahwa memilih waktu akan meningkatkan kebahagiaan kita dan juga meningkatkan jumlah uang yang kita peroleh .

Mau Contoh dan Bukti ?

Anda memilih menghemat uang dengan tidak menggunakan pembantu rumah tangga . Anda mengerjakan sendiri pekerjaan mencuci baju , menyeterika baju , mencuci piring, membersihkan ruangan dan memasak . Betul sekali anda menghemat uang. Namun karena anda sibuk dengan pekerjaan rumah tangga , anda kehilangan waktu untuk bersosialisasi , membangun jejaring dan menambah teman teman baru. Anda bahkan tidak mengikuti perkembangan terbaru sehingga praktis seperti katak dibawah tempurung. Kerugian dari kehilangan waktu tersebut , anda kehilangan kesempatan memperoleh uang dari berbisnis bersama teman,memperoleh uang dari bisnis tambahan atau proyek freelance, kehilangan kesempatan memperoleh uang dari bisnis yang tidak menyita waktu tapi membutuhkan jejaring networking seperti MLM dan asuransi jiwa.

Anda memilih uang dengan pagi pagi sudah berangkat kerja supaya tidak terlambat sampai ke kantor dan anda lembur gila gilaan supaya pekerjaan selesai , prestasi menonjol sehingga bisa naik jabatan dan mungkin juga untuk mendapatkan uang lembur. Inti dari anda bekerja habis habisan adalah uang karena tidak ada karyawan yang bekerja habis habisan tanpa digaji alias sukarela.

Karena anda memilih uang dengan menghabiskan waktu habis habisan di pekerjaan , anda kehilangan waktu bersosialisasi , membangun jejaring networking, menambah teman teman baru. Anda tidak bisa ikut acara reuni . Bahkan anda tidak punya waktu untuk pacaran sehingga tetap menjomblo walaupun teman teman seusia sudah menikah bahkan banyak teman teman seusia sudah memiliki anak berusia remaja.

Bayangkan kalau anda memilih waktu dan tidak menghabiskan waktu hidup anda habis habisan di pekerjaan , hidup anda pasti lebih berwarna warni , tidak seperti panda yang hitam putih seperti printer kehabisan tinta warna. Anda mungkin menemukan jodoh yang ternyata tajir kaya , anda mungkin menemukan peluang bisnis , anda mungkin menemukan bisnis tambahan yang tidak menguras waktu anda, anda mungkin juga menemukan pekerjaan lain yang gaji lebih besar tapi tidak membuat anda harus habis habisan bekerja . Semua itu otomatis akan menambah uang anda.

Anda menghemat uang dengan berkeliling mencari harga termurah , padahal waktu yang anda habiskan untuk berkeliling mencari harga termurah yang selisihnya tidak seberapa , bisa anda gunakan waktu tersebut untuk bersosialisasi , menambah jejaring network dan menambah teman teman baru. Jejaring networking dan teman teman baru pasti akan membuka peluang anda memperoleh rejeki baru dan rejeki tambahan. Ujung ujungnya uang anda akan bertambah.

Anda menghemat uang dengan merenovasi rumah anda sendiri , mengecat rumahsendiri , melakukan pekerjaan pemasangan wallpaper dan banyak hal dalam renovasi rumah dilakukan sendiri dengan berusaha meminimalkan biaya tukang . Betul anda hemat uang. Tapi anda kehilangan banyak waktu untuk bersosialisasi dan ujung ujungan anda kehilangan banyak peluang memperoleh rejeki baru dan rejeki tambahan.

Buku TIME SMART memberikan banyak bukti bahwa waktu lebih penting dari uang. Uang bisa dicari tapi waktu yang sudah lewat tidak bisa dikembalikan lagi walaupun punya uang untuk membelinya.

Memilih waktu pasti akan meningkatkan kebahagiaan dan peningkatan kebahagiaan pasti ujungnya akan menambah tebal kocek anda karena uang anda juga pasti akan bertambah.

Anda ingin bertanya bagaimana cara memilih waktu yang benar supaya tambah bahagia dan uang bertambah ?

Anda bisa hubungi :

Yan – Asuransi Allianz

Whatsapp : 0821 8732 8732

Email : bahagia@berbahagia.com