Apakah Anda Percaya Uang Bisa Membeli Kebahagiaan ? Faktanya Anda Menjadi Karyawan Dan Bekerja Keras Untuk Mencari Uang Tapi Kok Tidak Bahagia Ya ?

Uang katanya bisa membeli kebahagiaan .

Kita lulus sekolah , lulus kuliah , menjadi orang dewasa dengan melamar pekerjaan dan memulai perjalanan menjadi karyawan dengan tujuan mencari uang supaya bisa bahagia , bisa membahagiakan orang yang kita kasihi , bisa membahagiakan diri kita sendiri.

Tapi faktanya setelah anda mencari uang , kok yang anda makin hari badan makin capek dan pikiran makin mumet karena begitu punya uang , mendadak biaya hidup meningkat , mendadak harus membayar cicilan ini , cicilan itu , mendadak merasakan uang yang diperoleh kok jadi kurang. Kita mendadak harus punya ini , punya itu karena kalau kita membandingkan diri kita dengan teman seumuran kita , kok kita jadi berasa miskin sehingga kita pun memaksakan diri untuk menyamai teman teman seumuran kita.

Alur hidup yang normal adalah sekolah , kuliah , lulus , bekerja mencari uang , menikah berkeluarga, mencicil rumah , mencicil kendaraan , memiliki anak , menghabiskan hampir semua uang yang kita peroleh untuk membiaya hidup keluarga dan membayar semua cicilan .

Rata rata yang menjadi karyawan mengeluh bahwa uang yang diperoleh kurang dari mencukupi kebutuhan hidup karena biaya hidup tiap tahun meningkat sedangkan kenaikan gaji rata rata hanya formalitas antara 5 sampai 10 persen tiap tahun dan tidak cukup untuk melawan peningkatan kebutuhan hidup.

Apalagi di tahun 2020 dan 2021 era pandemi covid , banyak perusahaan yang melakukan pemotongan gaji antara 30 persen bahkan untuk perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata terjadi pemotongan sampai 70 persen , sedangakan biaya hidup meningkat. Bahkan di tahun 2022 , baru mulai bernafas lega karena pandemi covid sudah mulai menghilang , gaji belum pulih dan masih di potong , tiba tiba harga gas melonjak , harga minyak goreng yang kalau dilihat di awal tahun 2021 masih sekitar rp. 14 ribu per liter mendadak menjadi rp. 24 ribu per liter , naik lebih dari 70 persen harga nya .

Pilot pilot yang profesinya keren keren mendadak banyak yang dirumahkan di tahun 2020 dan 2021 alias tidak terbang sehingga hanya memperoleh gaji pokok , bahkan saya memiliki banyak teman pilot yang sampai harus kehilangan mobil dan rumah di tahun 2020 dan 2021 karena penghasilan di tahun 2020 dan 2021 tidak mencukupi untuk membayar cicilan mobil dan rumah. Padahal itu profesi paling keren .

Banyak yang di phk juga . Banyak pebisnis yang gulung tikar dan bangkrut .

Semoga di 2020 yang di phk sudah memperoleh pekerjaan lagi , yang dipotong gajinya sudah dipulihkan lagi gajinya , yang jadi pilot harusnya sih sudah pulih penghasilannya di tahun 2022 karena penerbangan booming di tahun 2022.

Anda yang jadi karyawan banyak yang menghabiskan waktu di tahun 2020 dan 2021 dengan WFH Work From Home , jadi gaji dipotong tidak terlalu bermasalah karena anda hemat waktu , hemat ongkos dan hemat biaya makan karena cukup bekerja di rumah dan kalau perlu meeting cukup pakai ZOOM .

Nah di tahun 2022 , saat semua sudah pulih , anda harus ngantor , nga boleh WFH lagi , gaji bahkan masih belum pulih dan masih dipotong . Anda mendadak harus bangun pagi , sarapan di kantor , keluar uang transport untuk ke kantor , kalau yang tinggal di pinggiran Jakarta harus bangun subuh , kalau yang nyetir harus mengalami stress macet di jalan , belum yang bawa kendaraan sendiri harus extra anggaran untuk biaya tol kalau pakai mobil, biaya sparepart kendaraan karena sering dipakai seperti ganti oli, ganti ban karena aus , umur kendaraan jadi lebih pendek karena tiap hari dipakai perjalanan bolak balik rumah kantor yang bisa sampai 40 km bahkan 100 km per hari , bahkan lebih dari 100 km per hari . Yang naik kendaraan umum harus antri, berdesakan sehingga harus terbiasa dengan semua jenis bau badan dan bau parfum bercampur di kendaraan umum.

Yang pasti kalau gaji belum pulih dan masih dipotong , tahun 2022 menjadi tahun paling menjengkelkan bagi karyawan karena harus ngantor , tidak bisa WFH lagi sehingga biaya hidup membengkak karena ada extra biaya buat ngantor , eh ditambah lagi biaya hidup meningkat karena perang Ukraina Rusia membuat biaya gas naik , minyak goreng naik dan endingnya barang barang kebutuhan hidup naik harganya.

Yang gajinya sudah pulih juga jengkel karena biaya hidup naik padahal gaji tidak naik walaupun tidak dipotong.

Dari semua hal yang mulai berjalan normal di tahun 2022 seperti harus ngantor , tidak boleh wfh lagi ,ada satu hal yang hilang dari semua karyawan di tahun 2022 yakni waktu terutama waktu berkualitas untuk diri sendiri dan untuk waktu berkualitas untuk orang yang dikasihi..

Di tahun 2020 dan 2021 banyak waktu karena WFH , tidak tersita waktu di perjalanan ke kantor dan perjalanan pulang ke kantor , kualitas tidur sangat baik di tahun 2020 dan 2021 karena WFH sehingga tidak perlu bangun pagi. Stress juga menurun karena tidak perlua mengalami stress macet di jalan saat berangkat dan pulang kantor. di tahun 2020 dan 2021. Tahun 2020 dan 2021 anda yang menjadi karyawan memiliki waktu berkualitas yang sangat banyak.

Jadi waktu adalah hal yang hilang di tahun 2022 bagi karyawan.

Padahal karyawan itu bekerja mencari uang untuk membahagiakan diri sendiri , membahagiakan keluarga dan salah satu wujud kebahagiaan itu adalah bisa memiliki waktu untuk diri sendiri dan memiliki waktu untuk keluarga. Bayangkan saat WFH anda bisa saja berlibur ke luar kota bersama keluarga tapi tetap bekerja atau anda pribadi bisa healing kapan saja ke luar kota tapi tetap bekerja sehingga praktis di tahun 2020 dan 2021 aturan cuti maksimal 12 hari dipotong cuti massal tidak berefek pada anda yang jadi karyawan.

Tapi di tahun 2022 ini , yang jadi karyawan akan merenungkan kebebasannya yang terenggut karena aturan cuti maksimal 12 hari potong cuti massal itu menjadi penanda waktu bukanlah milik karyawan.

Anda tidak percaya kalau anda sebagai karyawan tidak punya waktu ? Coba saja anda menghilang dari perusahaan lebih dari 12 hari kerja dalam satu tahun buat healing dan berlibur , dijamin anda pasti dapat SP Surat Peringatan dari HRD atau atasan anda.

Bos pemilik perusahaan dan anggota keluarganya yang ikut terlibat di perusahaan seperti anaknya , menantunya kalau menghilang dari perusahaan lebih dari 30 hari kerja dalam setahun , santai aja karena mereka adalah pemilik perusahaan . Coba anda atau HRD menegur mereka karena menghilang lebih dari 12 hari kerja dalam setahun , yang terjadi adalah anda atau HRD anda yang menegur itu yang dipecat.

Selamat hidup normal kembali di tahun 2022 dan selamat menikmati waktu yang hilang mulai dari tahun 2022 karena tidak ada WFH lagi buat karyawan.

KIRIM WHATSAPP KE KAMI!

Whatsapp : 082187328732

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s