Apakah Anda Percaya Uang Bisa Membeli Kebahagiaan ? Faktanya Anda Menjadi Karyawan Dan Bekerja Keras Untuk Mencari Uang Tapi Kok Tidak Bahagia Ya ?

Uang katanya bisa membeli kebahagiaan .

Kita lulus sekolah , lulus kuliah , menjadi orang dewasa dengan melamar pekerjaan dan memulai perjalanan menjadi karyawan dengan tujuan mencari uang supaya bisa bahagia , bisa membahagiakan orang yang kita kasihi , bisa membahagiakan diri kita sendiri.

Tapi faktanya setelah anda mencari uang , kok yang anda makin hari badan makin capek dan pikiran makin mumet karena begitu punya uang , mendadak biaya hidup meningkat , mendadak harus membayar cicilan ini , cicilan itu , mendadak merasakan uang yang diperoleh kok jadi kurang. Kita mendadak harus punya ini , punya itu karena kalau kita membandingkan diri kita dengan teman seumuran kita , kok kita jadi berasa miskin sehingga kita pun memaksakan diri untuk menyamai teman teman seumuran kita.

Alur hidup yang normal adalah sekolah , kuliah , lulus , bekerja mencari uang , menikah berkeluarga, mencicil rumah , mencicil kendaraan , memiliki anak , menghabiskan hampir semua uang yang kita peroleh untuk membiaya hidup keluarga dan membayar semua cicilan .

Rata rata yang menjadi karyawan mengeluh bahwa uang yang diperoleh kurang dari mencukupi kebutuhan hidup karena biaya hidup tiap tahun meningkat sedangkan kenaikan gaji rata rata hanya formalitas antara 5 sampai 10 persen tiap tahun dan tidak cukup untuk melawan peningkatan kebutuhan hidup.

Apalagi di tahun 2020 dan 2021 era pandemi covid , banyak perusahaan yang melakukan pemotongan gaji antara 30 persen bahkan untuk perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata terjadi pemotongan sampai 70 persen , sedangakan biaya hidup meningkat. Bahkan di tahun 2022 , baru mulai bernafas lega karena pandemi covid sudah mulai menghilang , gaji belum pulih dan masih di potong , tiba tiba harga gas melonjak , harga minyak goreng yang kalau dilihat di awal tahun 2021 masih sekitar rp. 14 ribu per liter mendadak menjadi rp. 24 ribu per liter , naik lebih dari 70 persen harga nya .

Pilot pilot yang profesinya keren keren mendadak banyak yang dirumahkan di tahun 2020 dan 2021 alias tidak terbang sehingga hanya memperoleh gaji pokok , bahkan saya memiliki banyak teman pilot yang sampai harus kehilangan mobil dan rumah di tahun 2020 dan 2021 karena penghasilan di tahun 2020 dan 2021 tidak mencukupi untuk membayar cicilan mobil dan rumah. Padahal itu profesi paling keren .

Banyak yang di phk juga . Banyak pebisnis yang gulung tikar dan bangkrut .

Semoga di 2020 yang di phk sudah memperoleh pekerjaan lagi , yang dipotong gajinya sudah dipulihkan lagi gajinya , yang jadi pilot harusnya sih sudah pulih penghasilannya di tahun 2022 karena penerbangan booming di tahun 2022.

Anda yang jadi karyawan banyak yang menghabiskan waktu di tahun 2020 dan 2021 dengan WFH Work From Home , jadi gaji dipotong tidak terlalu bermasalah karena anda hemat waktu , hemat ongkos dan hemat biaya makan karena cukup bekerja di rumah dan kalau perlu meeting cukup pakai ZOOM .

Nah di tahun 2022 , saat semua sudah pulih , anda harus ngantor , nga boleh WFH lagi , gaji bahkan masih belum pulih dan masih dipotong . Anda mendadak harus bangun pagi , sarapan di kantor , keluar uang transport untuk ke kantor , kalau yang tinggal di pinggiran Jakarta harus bangun subuh , kalau yang nyetir harus mengalami stress macet di jalan , belum yang bawa kendaraan sendiri harus extra anggaran untuk biaya tol kalau pakai mobil, biaya sparepart kendaraan karena sering dipakai seperti ganti oli, ganti ban karena aus , umur kendaraan jadi lebih pendek karena tiap hari dipakai perjalanan bolak balik rumah kantor yang bisa sampai 40 km bahkan 100 km per hari , bahkan lebih dari 100 km per hari . Yang naik kendaraan umum harus antri, berdesakan sehingga harus terbiasa dengan semua jenis bau badan dan bau parfum bercampur di kendaraan umum.

Yang pasti kalau gaji belum pulih dan masih dipotong , tahun 2022 menjadi tahun paling menjengkelkan bagi karyawan karena harus ngantor , tidak bisa WFH lagi sehingga biaya hidup membengkak karena ada extra biaya buat ngantor , eh ditambah lagi biaya hidup meningkat karena perang Ukraina Rusia membuat biaya gas naik , minyak goreng naik dan endingnya barang barang kebutuhan hidup naik harganya.

Yang gajinya sudah pulih juga jengkel karena biaya hidup naik padahal gaji tidak naik walaupun tidak dipotong.

Dari semua hal yang mulai berjalan normal di tahun 2022 seperti harus ngantor , tidak boleh wfh lagi ,ada satu hal yang hilang dari semua karyawan di tahun 2022 yakni waktu terutama waktu berkualitas untuk diri sendiri dan untuk waktu berkualitas untuk orang yang dikasihi..

Di tahun 2020 dan 2021 banyak waktu karena WFH , tidak tersita waktu di perjalanan ke kantor dan perjalanan pulang ke kantor , kualitas tidur sangat baik di tahun 2020 dan 2021 karena WFH sehingga tidak perlu bangun pagi. Stress juga menurun karena tidak perlua mengalami stress macet di jalan saat berangkat dan pulang kantor. di tahun 2020 dan 2021. Tahun 2020 dan 2021 anda yang menjadi karyawan memiliki waktu berkualitas yang sangat banyak.

Jadi waktu adalah hal yang hilang di tahun 2022 bagi karyawan.

Padahal karyawan itu bekerja mencari uang untuk membahagiakan diri sendiri , membahagiakan keluarga dan salah satu wujud kebahagiaan itu adalah bisa memiliki waktu untuk diri sendiri dan memiliki waktu untuk keluarga. Bayangkan saat WFH anda bisa saja berlibur ke luar kota bersama keluarga tapi tetap bekerja atau anda pribadi bisa healing kapan saja ke luar kota tapi tetap bekerja sehingga praktis di tahun 2020 dan 2021 aturan cuti maksimal 12 hari dipotong cuti massal tidak berefek pada anda yang jadi karyawan.

Tapi di tahun 2022 ini , yang jadi karyawan akan merenungkan kebebasannya yang terenggut karena aturan cuti maksimal 12 hari potong cuti massal itu menjadi penanda waktu bukanlah milik karyawan.

Anda tidak percaya kalau anda sebagai karyawan tidak punya waktu ? Coba saja anda menghilang dari perusahaan lebih dari 12 hari kerja dalam satu tahun buat healing dan berlibur , dijamin anda pasti dapat SP Surat Peringatan dari HRD atau atasan anda.

Bos pemilik perusahaan dan anggota keluarganya yang ikut terlibat di perusahaan seperti anaknya , menantunya kalau menghilang dari perusahaan lebih dari 30 hari kerja dalam setahun , santai aja karena mereka adalah pemilik perusahaan . Coba anda atau HRD menegur mereka karena menghilang lebih dari 12 hari kerja dalam setahun , yang terjadi adalah anda atau HRD anda yang menegur itu yang dipecat.

Selamat hidup normal kembali di tahun 2022 dan selamat menikmati waktu yang hilang mulai dari tahun 2022 karena tidak ada WFH lagi buat karyawan.

KIRIM WHATSAPP KE KAMI!

Whatsapp : 082187328732

SETIAP ORANG PUNYA MIMPI DAN IMPIAN HIDUP TAPI HAMPIR SEBAGIAN BESAR ORANG MELEPASKAN MIMPI DAN IMPIAN HIDUP MEREKA

Hidup itu terasa indah kalau kita punya mimpi dan impian hidup. Selama kita yakin suatu hari kita akan mengejar mimpi dan impian hidup kita , maka kita akan optimis dalam menjalani hidup.

Sayangnya seiiring waktu , setiap orang rata rata akhirnya melepaskan mimpi dan impian hidupnya karena beban kehidupan yang semakin besar membuatnya kehilangan nyali untuk mencoba mengejar mimpi dan impian hidupnya.

Manusia cenderung menunda melakukan sesuatu dengan selalu berkata ” ah , ntar juga bisa dilakukan “.

Contoh paling gampang , ibu kita, tante kita , istri kita kalau punya piring cangkir mahal seperti piring porselen mahal cina atau piring cangkir mahal merek hermes , tentunya menyimpannya di lemari dan sayang untuk dipakai , lebih jadi pajangan dan selalu berkata akan dipakai kalau ada acara khusus , tapi faktanya sampai meninggal pun tidak pernah dipakai peralatan makan piring cangkir mahal tersebut dan hanya jadi pajangan karena selalu berkata ” ntar saja”.

Hanya segelintir orang yang berani dan punya nyali untuk mengejar mimpinya tanpa menunda dan tanpa mengatakan ” ntar saja “.

@tanteismi

Jangan takut buat bermimpi, gaperduli orang lain mentertawakan mimpi kita. Just do it and make it happen. Semangat guys

♬ Manusia Kuat – Tulus

Sisanya hanya jadi penonton dan kagum serta bertepuk tangan atas kesuksesan segelintir orang tersebut yang punya nyali untuk mengerjar mimpinya. Padahal bertepuk tangan itu sebenarnya adalah melakukan ‘ HI FIVE ” telapak tangan kiri dengan telapak tangan kanan anda untuk kesuksesan orang lain .

Jadi apakah anda termasuk orang yang selalu mengatakan ” ntar saja ” ?

KIRIM WHATSAPP KE KAMI!

Whatsapp : 082187328732

PEJUANG RUPIAH YANG TIDAK PERNAH MENGELUH CAPEK WALAUPUN HARUS BERANGKAT KERJA SUBUH DISAAT LANGIT MASIH GELAP DAN PULANG KERJA DISAAT MALAM

Banyak dari anda yang jadi budak korporat yang tinggal di pinggiran Jakarta dan bekerja di kota Jakarta .

Anda tentunya harus bangun pagi pagi untuk menghindari macet dan terlambat tiba di tempat kerja dan anda tentunya sampai di rumah saat hari sudah malam.

Betapa capeknya rutinitas hidup yang harus anda jalani demi memenuhi tanggung jawab kehidupan anda.

Belum lagi kalau jarak rumah anda ke tempat kerja ternyata sangat jauh sehingga anda harus bangun dan berangkat kerja sebelum ayam jantan berkokok dan anda baru sampai di rumah malam hari saat anak anak anda sudah tertidur pulas

Mungkin anda memiliki keberanian untuk mencoba melakukan sesuatu yang berbeda sebagai sebuah tambahan penghasilan tanpa meninggalkan pekerjaan utama anda . Hidup itu adalah pilihan dan mencoba melakukan sesuatu hal baru juga merupakan suatu pilihan . Jika pilihan ini ternyata berhasil , bisa jadi anda dapat meninggalkan rutinitas hidup anda yang harus bangun subuh dan pulang malam.

Tidak ada salahnya mencoba bukan ?

KIRIM WHATSAPP KE KAMI!

Whatsapp : 082187328732

Gaji Dipotong , Pasrah Saja Deh

Di saat pandemi Covid 19 ini , banyak sekali karyawan yang gajinya dipotong.

Ada karyawan yang kena potong gaji 20 persen, ada karyawan yang kena potong gaji 50 persen, ada karyawan yang kena potong gaji 90 persen, bahkan ada karyawan yang dirumahkan alias unpaid leave .

Banyak karyawan yang sudah berbulan bulan mengalami pemotongan gaji. Bahkan banyak karyawan yang sudah berbulan bulan tidak digaji.

Perusahaan menyatakan mengalami efek dari pandemi Covid 19 yang mengakibatkan omzet menurun dan laba menurun bahkan rugi.

Biaya harus dikurangi kalau perusahaan mengalami penurunan omzet dan salah satu komponen biaya adalah biaya gaji karyawan. Tujuannya agar perusahaan tidak merugi ataupun kalau rugi maka tidak bengkak ruginya.

Masalahnya adalah bos pemilik perusahaan barusan beli mobil baru di awal tahun, barusan beli rumah baru di awal tahun, barusan punya bini baru di awal tahun . Tapi pemotongan gaji itu adalah trend yang harus diikuti , kalau tidak diikuti bisa malu dengan perusahaan yang lain yang juga melakukan pemotongan gaji.

Apa yang dilakukan seorang karyawan kalau gajinya dipotong ?

PASRAH adalah hal yang dilakukan seorang karyawan.

Karyawan yang mengalami pemotongan gaji berusaha berhemat dalam menjalani hidup sehari hari. Beras tidak boleh sembarangan disawer sawerin buat kasih ayam makan. Harus dihemat.

Bagi karyawan yang sudah berkeluarga, begitu gaji dipotong 50 persen , maka les anak anak distop, biaya listrik dihemat, biaya makan dihemat, biaya untuk hal hal yang bersifat rekreasi dan hiburan dihemat. Kalau perlu uang sekolah dinegosiasi ulang.

Bahkan ada karyawan yang untuk menghemat biaya , berpindah dari rumah besar ke rumah kecil bahkan ke apartemen ukuran 4 L ( Lu Lagi Lu Lagi ) demi menghemat biaya sewa.

Mobil pun kalau perlu diganti ke ukuran mobil yang lebih kecil dan lebih murah , bahkan diganti jadi motor biar hemat.

Karyawan yang dipotong gajinya bahkan masih berpikir untung . Untung tidak dipecat, untung tidak diphk , untung tidak dirumahkan, untung masih digaji walaupun dipotong.

Beban kerja tidak berkurang walaupun gaji dipotong. Bahkan beban kerja mungkin bertambah karena jumlah karyawan berkurang padahal beban pekerjaan tetap sama tapi dibagi ke jumlah karyawan yang semakin sedikit. Bahkan karena banyak yang menganut kebiasaan WFH ( work from home ) selama pandemi Covid 19, zoom meeting kantor tetap dilakukan di luar jam kerja , bahkan di akhir pekan, sehingga waktu kerja bertambah habis habisan tanpa mengenal waktu pribadi lagi karena rumah mendadak berubah menjadi tempat bekerja. Bayangkan sudah gaji dipotong, beban kerja bertambah, waktu kerja menjadi setiap saat walaupn di luar jam kantor.

Rata rata karyawan menghadapi kondisi penurunan penghasilan karena gaji dipotong ini dengan bersikap pasrah. Tidak ada upaya apapun untuk menambah penghasilan. Paling banter mencoba jualan makanan makanan kecil atau kuliner rumahan yang menghasilkan uang receh karena ditawarkan ke sesama teman kantor yang juga mengalami pemotongan gaji sehingga daya beli mereka juga menurun.

Tidak ada terobosan spektakuler yang dilakukan oleh karyawan yang dipotong gajinya untuk mendobrak kebuntuan penurunan penghasilan. Pasrah adalah sikap terbaik yang diambil oleh karyawan yang kena pemotongan gaji.

Harapan terbaik dari karyawan adalah gajinya dipulihkan ke angka sebelum dipotong. Boro boro berani mimpi naik gaji. Gaji dipulihkan saja sudah bersyukur banget.

Jadi karakter utama karyawan adalah pasrah.

Seperti apa kita dilahirkan adalah takdir

Seperti apa kita bertumbuh adalah proses

Seperti apa kita di masa tua adalah keputusan

Dimulai dari keputusan hari ini , apa saja yang akan kamu lakukan ?

Anda bisa hubungi :

Yan – Asuransi Allianz

Whatsapp : 0821 8732 8732

Email : bahagia@berbahagia.com

Toko Sepi ,Bisnis sepi, Dagang Lesu, Omzet Turun, Laba Turun, Margin Tipis, Hutang Menumpuk,Tagihan Macet, Modal Habis,Siap Siap Bangkrut

Di tahun 2020 ini bagaimana bisnis anda ?

Apakah anda optimis bahwa bisnis anda akan membaik di tahun 2021 ataukah anda pesimis dan memiliki feeling bisnis anda bahkan akan memburuk di tahun 2021 ?

Toko sepi, bisnis sepi,jualan sepi,dagang sepi,usaha sepi adalah kata kata yang banyak dicari di tahun 2020 di internet.

Dari 100 persen pebisnis , mungkin hanya 20 persen an yang berani mengatakan bisnisnya sangat bagus dan bertumbuh terus.

Sisanya yang hampir 80  persen pasti akan mengatakan bahwa bisnisnya empot empotan , bisa bertahan saja sudah bersyukur.

Jika ada yang masih asyik berekspansi membuka bisnis baru, membuka toko baru,membuka cabang baru,menambah armada baru,menambah karyawan baru,nenambah gudang baru , maka orang tersebut harus anda dekati dan anda angkat sebagai suhu karena pasti ilmu nya sakti mandraguna karena bisnisnya masih berkembang dan hokinya semakin bagus.

Anda yang berbisnis di bidang perdagangan dalam negeri dan retail dalam negeri pasti merasakan penurunan omzet dan penurunan keuntungan karena persaingan dengan era internet , perubahan pola belanja masyarakat dan juga adanya kesulitan memperoleh barang dagangan karena larangan impor terbatas alias lartas . Yang paling paling parah tentunya pandemi Covid 19.

Anda buka toko setiap pagi  dan tutup toko setiap sore atau malam , anda lakukan secara rutin setiap hari senin sampai sabtu bahkan sampai hari minggu alias 7 hari seminggu .  Masalahnya anda menunggu pembeli menghampiri anda , anda rajin buka toko tapi omzet tetap menurun dan keuntungan juga menurun.

Belum lagi bisnis anda diperparah oleh persaingan yang menyebabkan anda memperoleh margin keuntungan seupil bahkan margin keuntungan yang tipis sekali sehingga saking tipisnya margin keuntungan itu sakitnya rasanya seperti cabut bulu kaki. Disaat pandemi Covid 19, tipisnya margin keuntungan itu sakitnya sudah seperti mencabut bulu selangkangan.

Dagang sepi diperparah lagi oleh pembeli dan pelanggan anda yang menunda tempo pembayaran sehingga tagihan anda ke pembeli menggunung sedangkan supplier dan pemasok semakin galak menagih hutang atas pengambilan barang anda , bahkan diberlakukan aturan pembayaran tunai alias ada uang baru ada barang .  Akibatnya anda kalah memutar antara hutang dagang  melawan piutang dagang . Belum lagi kalau ada pelanggan yang ngemplang hutang dagang nya terhadap anda. Bonyok dan babak belur lah anda sebagai pebisnis.

Bisnis yang lesu dan dalam kondisi kalah mutar antara hutang dagang dengan piutang dagang , makin diperparah lagi oleh pemasok anda yang tidak menghormati aturan bisnis antara pemasok barang dengan anda sebagai distributor barang mereka . Pemasok barang anda langsung menjual ke langganan langganan anda sehingga anda kehilangan langganan langganan yang dengan susah payah anda peroleh selama puluhan tahun berdagang.

Anda tidak bisa meninggalkan bisnis anda begitu saja walaupun sulit karena anda sudah berkeluarga dan keluarga anda butuh dinafkahin , lagipula bisnis anda sudah anda rintis dari awal dan sudah berjalan puluhan tahun sehingga anda telah dikenal dan memiliki reputasi .

Anda mencoba membuka lapak di online seperti tokopedia dan shopee, mencoba juga muncul di instagram , namun ternyata perang dagang di online lebih parah daripada di toko fisik karena di online anda harus perang dengan ribuan pedagang yang menjual barang sejenis sehingga untuk menonjol jauh lebih sulit daripada  berdagang di toko fisik.

Serba salah jadinya , anda tutup bisnis anda sehingga tidak perlu berdarah darah rugi salah , anda jalankan terus tapi berdarah darah rugi juga salah. Bingung jadinya.

Ada pembeli , walaupun pembeli sedikit , anda tetap harus mengeluarkan biaya operasional seperti biaya pengoperasian truk , biaya gudang , biaya sewa toko , biaya karyawan , biaya bunga bank , biaya pajak dan berbagai biaya lainnya.

Anda bertemu dengan teman teman yang berbisnis di bidang yang sama dan semua juga mengeluhkan dagangan yang sepi sehingga anda semakin pesimis dan semangat semakin menurun.

Anda bertahan di bisnis anda yang lagi sepi dengan harapan suatu saat keadaan akan membaik. Masalahnya anda tidak tahu kapan keadaan akan membaik.  Anda melepaskan aset properti anda satu persatu untuk mempertahankan bisnis anda . Masalahnya kalau di saat pandemi Covid 19 ini melepaskan aset properti pasti jual rugi karena harga properti juga ikut menukik.

Saat hari raya tiba seperti Imlek , angpao yang anda berikan kepada anak dan sanak famili juga menurun seiring dengan bisnis anda yang sepi.

Anda bersyukur di saat kondisi dagang lesu , anda dan keluarga masih diberikan kesehatan sehingga tidak terjadi modal usaha terpakai untuk biaya berobat.

Jika anda mengalami kondisi toko sepi , dagang sepi , bisnis sepi , modal untuk usaha pakai kredit bank , rumah tinggal anda dijaminkan untuk mendapatkan kredit bank tersebut, hutang ke pemasok juga menumpuk , tagihan ke pelanggan yang belum membayar juga menumpuk maka itu disebut cilaka.

Jika anda mengalami kondisi toko sepi , dagang sepi , bisnis sepi , modal untuk usaha pakai kredit bank , rumah tinggal anda dijaminkan untuk mendapatkan kredit bank tersebut, hutang ke pemasok juga menumpuk , tagihan ke pelanggan yang belum membayar juga menumpuk , anda atau anggota keluarga anda mengalami kondisi sakit berat bahkan sakit kritis yang menbutuhkan banyak biaya untuk pengobatan dan perawatannya dan anda karena kondisi ekonomi sudah menyetop semua asuransi jiwa dan kesehatan yang anda bayar maka itu disebut cilaka dua belas.

Yang saya tahu kalau anda mengalami kondisi seperti diatas , biasanya sih anda pasti memilih menjual rumah walaupun harga jual rumah anda sedang jatuh banget karena properti lesu dan memilih melunasi hutang bank , menutup bisnis anda yang sepi dan sulit dipertahankan lagi tersebut, menghadapi tuntutan perdata dari pemasok anda karena anda tidak sanggup melunasi hutang ke pemasok dan hanya sanggup mencicil sesuai kemampuan.  Anda sementara beralih menjadi supir taksi online memanfaatkan mobil pribadi anda dan melakukan akrobat gali lobang tutup lobang dengan memanfaatkan KTA Kredit Tanpa Agunan dan melakukan Gestun Gesek Tunai Kartu Kredit yang anda miliki untuk membiayai hidup sehari hari anda sambil tidak lelah lelahnya menagih piutang ke pelanggan anda yang belum membayar .  Ini bukan teori , ini adalah fakta yang saya lihat dari teman teman yang sudah buntu di bisnis nya.

Jika anda dan keluarga menggantungkan hidup seratus persen dari hasil keuntungan toko dan usaha dagang yang anda jalankan saja tanpa memiliki sumber penghasilan lain , maka cilakalah.

Jika bisnis anda semakin sepi dan sudah mulai memakan modal anda , pasti akan menjadi beban pikiran anda atau pasangan anda dan biasanya jika beban pikiran berlarut larut karena tidak ada solusi untuk mengatasi sepinya bisnis maka akan menjadi stress berkelanjutan.

Berdasarkan pengalaman teman teman saya yang berbisnis , hari ini ditawarkan pegang stok barang atau pegang properti atau pegang cash , semua serentak menjawab cash karena cash is the king.

Masalahnya kalau portfolio bisnis anda asetnya ada di stok barang yang kalau diobral pun belum tentu laku dan aset anda ada di tagihan ke pelanggan yang belum tentu bisa tertagih 100 persen , maka pasti modal anda akan mulai tergerus .

Pertanyaan sederhana adalah apa yang anda lakukan kalau toko terus menerus sepi dan omzet juga terus menerus menurun ?

Kalau anda fokus nongkrongin toko anda yang makin hari makin sepi tanpa berbuat apapun alias pasrah sih kebangetan banget .

Hari gini kalau anda berdagang barang barang yang merupakan merek orang lain dan bukan merek anda sendiri dan kebetulan adalah barang konsumsi atau barang elektronik maka cilakalah anda karena hari ini kalau ada pembeli yang mampir ke toko anda mau membeli barang , maka pembeli yang membuka harga dahulu , bukan anda sebagai penjual yang membuka harga dahulu dan kemudian pembeli menawar.

Ini adalah cerita cerita beberapa teman dalam bisnisnya saat ini :

Cerita pertama :

Teman saya berdagang aksesoris komputer di pusat komputer di Jakarta , ada pembeli mampir mau membeli printer terkenal merek Exxxn , setelah teman saya menjawab dia punya barangnya , si pembeli langsung menyebutkan kalau printer tipe tersebut di Tokopedia dan Shopee  harganya sekian , bisa minta harga lebih murah karena dia mau membeli 10 unit dan minta ongkos kirim dan ongkos setting printer gratis . Teman saya hanya bisa urut dada karena memang jaman sudah berubah , informasi harga barang yang dijual bisa diperoleh dengan mudah di internet , kalau di Indonesia di Tokopedia atau Shopee , kalau barang impor bisa di cek harganya di Alibaba . Cari duit lewat buka toko sekarang hanya untuk cukup makan 3 kali sehari saja , mimpi untuk kaya lewat buka toko sudah bukan jamannya lagi

Harusnya anda mencoba sesuatu yang lain tanpa harus meninggalkan bisnis anda yang sepi tersebut karena badai pasti berlalu.  Di saat pandemi Covid 19 ini badai pasti akan berlangsung lama. Di saat badai , ya anda melakukan hal lain yang menghasilkan uang tapi tidak perlu meninggalkan bisnis anda karena saat badai berlalu tentunya hal lain yang anda lakukan tersebut bisa  anda tinggalkan atau sebagai sampingan saja dan anda fokus kembali ke bisnis anda .Bisa jadi malah hal lain yang anda lakukan disaat badai akhirnya menjadi sumber penghasilan utama dan anda dengan lega dan legowo meninggalkan bisnis lama anda.  Minimal  penghasilan dari sumber lain disaat badai tersebut membuat anda masih bisa mempertahankan bisnis yang sudah anda geluti sejak lama tersebut sehingga saat badai berlalu anda dapat kembali fokus seratus persen ke bisnis lama anda.

Saya pribadi sebagai pemilik website berbahagia.com juga mengalami penurunan omzet dan laba di bisnis utama saya . Tapi syukur saya melihat peluang lain di saat bisnis sepi yang tidak membuat saya harus meninggalkan bisnis utama.

Kata orang bijak jangan menaruh semua telur di satu keranjang .  Di dalam bisnis artinya jangan sampai satu keluarga bertumpu pada satu bisnis yang sama .

Di era pandemi covid-19 ini ,  bagaimana hidup anda dalam 3 tahun ke depan ?  Apa yang anda inginkan dalam 3 tahun ke depan ?  Anda masih yakin impian hidup anda akan tercapai dalam 3 tahun ke depan ?

Seperti apa kita dilahirkan adalah takdir

Seperti apa kita bertumbuh adalah proses

Seperti apa kita di masa tua adalah keputusan

Dimulai dari keputusan hari ini , apa saja yang akan kamu lakukan ?

Anda bisa hubungi :

Yan – Asuransi Allianz

Whatsapp : 0821 8732 8732

Email : bahagia@berbahagia.com

Artikel lain yang berhubungan dengan bisnis sepi :

https://berbahagia.com/2018/08/21/bangkrut-karena-jadi-master-dealer-atau-distributor-utama/

https://berbahagia.com/2018/08/15/buka-toko-hari-gini-buat-cari-untung-atau-buat-cari-kesibukan-doang-ayo-jawab/

https://berbahagia.com/2018/08/24/investasi-properti-makin-menurun-nilainya-punya-properti-bikin-pusing-sekarang/