Memaksakan Diri Membeli Rumah Membuat Masa Depan Suram

Anda tentunya hidup dengan prinsip setelah lulus , harus bisa mencari uang dan kalau sudah bisa mencari uang , harus bisa membeli rumah.. Karena rumah adalah simbol kemapanan hidup sebagai orang dewasa dan simbol tanggung jawab kalau mau berumah tangga bagi cowok.

Faktanya banyak yang gajinya masih pas pasan , memaksakan diri mencicil rumah padahal hidupnya masih sebagai karyawan yang belum memiliki jabatan berarti dan masa depan perusahaan tempatnya bekerja juga belum tentu bisa lebih lama dari masa cicilan rumahnya.

@andsistertex

Balas @rereuno hanya untuk orng yg belom siap cicil rumah

♬ Unstoppable – Sia

Beban cicilan ini membuat si karyawan menjadi kehilangan impian dan mimpi hidupnya dan terpaksa bekerja keras untuk mencari uang untuk mencukupi kebutuhan hidup dan membayar ciclan hutang properti.

Padahal komponen terbesar cicilan itu adalah bunga cicilan , bukan pokok harga rumah .

Mau menikmati hidup pun terpaksa ditunda karena harus membayar cicilan rumah , mau merayakan sukses sukses kecil pun terpaksa tidak dilakukan karena harus membayar cicilan rumah.

Belum lagi kalau rumah yang dibeli jauh dari tempat kerja sehingga waktu tersita untuk perjalanan pulang pergi . Karena stress dengan lingkungan kerja yang toxic , stress dengan kemacetan jalan pulang pergi kantor , stress dengan harus bangun pagi dan pulang malam untuk bekerja mencari uang buat biaya hidup dan membayar cicilan rumah , maka sering terjadi pertengkaran dengan pasangan dan bahkan parahnya pertengkaran dan stress itu berujung ke perceraian karena sress membuat impoten , sering emosi dan endingnya pasangan tidak tahun dan minta cerai,. Gara gara memaksakan diri membeli rumah.

Diajak teman untuk nongkrong ditolak karena tidak punya waktu dan tidak punya budget untuk nongkrong padahal dengan nongkrong dengan teman mungkin dapat bertukar ide tentang peluang kerja , peluang bisnis , bahkan diajak join berbisnis.

Diajak join bisnis pun menolak karena tidak punya dana lebih karena dana terkuras untuk membayar cicilan rumah.

Stress dengan lingkungan kerja yang toxic tapi tetap bertahan karena takut melamar pekerjaan dan kehilangan pekerjaan sekarang yang memberikan penghasilan untuk membayar biaya hidup dan membayar cicilan rumah.

Gara gara cicilan rumah , semua reseiko kehidupan tidak berani diambil seperti pindah kerja , mencoba berbisnis.

@andsistertex

Ini yg terjadi ketika kita maksa nyicil rumah#cicilrumah

♬ She Share Story (for Vlog) – 山口夕依

Gara gara cicilan rumah , tidak punya waktu untuk bergaul padahal menambah teman baru itu sebenarnya membuka peluang hidup baru.

Bahkan gaga gara ciclan rumah jadi pelit, kurang bersedekah , tidak memberikan uang ke orang tua , saudara yang membutuhkan.

Nah , jadi anda masih percaya kalau membeli rumah itu masa depan cerah ?

KIRIM WHATSAPP KE KAMI!

Whatsapp : 082187328732

Bersiaplah Untuk Yang Terbaik – Prepare For The Best – Bukan Prepare For The Worst – Bukan Bersiaplah Untuk Yang Terburuk

Hari ini banyak dari anda yang menghabiskan lebih banyak waktu di rumah , di kamar kost , di apartemen daripada di tempat kerja atau di tempat anda berbisnis. Kenapa ? Karena pandemi Covid 19 membuat semua orang saling menghindar untuk bertemu dengan orang lain.

Acara keramaian seperti perkawinan kalaupun diperbolehkan , kita walaupun diundang belum tentu kita akan muncul. Apalagi acara duka seperti kematian, kita pasti berusaha menghindar dan tidak hadir di acara tersebut. Jadi di saat pandemi Covid 19 acara kegembiraan ataupun acara kesedihan , kita berusaha untuk tidak hadir.

Kita sebagai manusia adalah mahluk sosial yang suka bersosialisasi. Bersosialisasi via zoom meeting atau video meeting beda rasanya dengan bersosialisasi secara fisik bertemu muka.

Kantor rata rata menerapkan Work From Home dengan tingkat kehadiran fisik ke kantor dikurangi semaksimal mungkin

Karyawan banyak yang bekerja dari rumah. Karyawan banyak yang dipotong gajinya , dirumahkan, ditunda gajinya bahkan di phk karena pandemi Covid 19.

Disaat pandemi Covid 19, banyak pebisnis yang harus menutup toko ataupun menurunkan aktifitas bisnisnya karena kalau bisnis makin digenjot makin rugi malahan . Hari ini kalau berdagang , yang mau beli banyak sekali tapi rata rata minta tempo waktu untuk pembayarannya alias ngutang . Padahal hari ini berdagang memberikan hutang kepada pembeli sama dengan bunuh diri. Dengan memilih hanya berbisnis dengan pelanggan tertentu yang masih bagus pembayarannya , dan hanya melayani penjualan tunai ke pembeli yang tidak dikenal, maka otomatis omzet bisnis menurun habis.

Di saat pandemi Covid 19 kita diminta untuk mereset, menekan tombol ” Slow Down ” untuk aktivitas kita.

Berita berita dan info info yang bersliweran di internet, media sosial , whatsapp rata rata isinya semakin hari semakin negatif dan membuat pesimis tentang kondisi pandemi Covid 19. Ada yang mengatakan gelombang ke 2 Covid 19 akan tiba , ada yang bilang gelombang ke 3 Covid 19 akan tiba setelah gelombang ke 2. Ada info bahwa vaksin Covid 19 tidak bisa untuk yang usia lanjut karena usia lanjut tingkat kekebalan tubuh sudah menurun dan tidak bisa diaktifasi dengan vaksin.

Dengan kondisi bisnis terpuruk dan kondisi keuangan terpuruk tentunya sebagian besar dari kita bersiap siap untuk yang terburuk . Prepare For The Worst istilahnya. Kalau naik arung jeram atau naik wahana permainan seperti roller coaster pasti akan diteriakan siap siap pada saat kita akan memasuki bagian paling mengerikan dari permainan arung jeram atau roller coaster. Jantung berdetak kencang, ada yang tensi darah naik saat menantikan bagian permainan yang paling mengerikan tiba.

Kok tidak pernah ada yang mengatakan ” Siap Siap Untuk Yang Terbaik ” – ” Prepare For The Best ” ?

Padahal di saat pandemi Covid 19 kita diberikan waktu dan kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan hidup kita sampai hari ini karena mendadak waktu kita menjadi sangat banyak karena kita jarang keluyuran keluar lagi.

Yang jadi karyawan , karena gaji dipotong, dirumahkan,diphk , menjadi memiliki waktu untuk melihat apakah selama ini hanya memakai kacamata kuda. Contoh : Yang kerjanya spesialis akuntansi karena lulusan akuntansi , memiliki waktu untuk mengevaluasi bahwa hidup tidak perlu sesuai label lulusan kuliah. Mencoba membuka bisnis konsultan sendiri , mencoba menjalankan profesi marketing, karena tidak ada kutukan lulusan akuntansi harus kerja di bidang akuntansi , lulusan teknik harus kerja di bidang teknik. Menambah wawasan baru selama pandemi Covid 19, menambah keahlian baru selama pandemi Covid 19 dengan mengikuti kursus atau training online , bergabung dengan komunitas yang profesinya nya berbeda dengan keahliannya, bergabung dengan komunitas pebisnis karena karyawan tidak harus berteman dengan sesama karyawan saja, karyawan boleh banget punya banyak teman pebisnis.

Yang jadi pebisnis , karena bisnis lagi terpuruk , mencoba menjajaki online untuk memasarkan bisnisnya , belajar hal hal baru tentang jualan online, cara membuat produk dagangannya ngetop di online, menambah wawasan bisnis lain selain bisnis yang digeluti. Contoh : Pedagang sparepart mobil kan tidak harus berkutat dagang sparepart mobil seumur hidup bukan ? Boleh mencoba mengintip bisnis lain di luar sparepart mobil.

Pandemi Covid 19 harus dilihat sebagai kesempatan emas bagi pebisnis. Banyak pebisnis senior yang sudah puluhan tahun menjalankan bisnisnya terpuruk saat ini. Berarti bagi pebisnis yang baru memulai berbisnis , atau baru berpindah ke bisnis baru, maka memiliki kesempatan besar untuk menjadi besar dan bersaing dengan pebisnis lama yang lagi terpuruk . Karena ibarat lomba lari, semua dimulai dari garis awal start lagi . Ibarat kalau isi bensin di pompa bensin, semua dimulai dari nol lagi. Pebisnis lama yang terpuruk kan harus memulai dari awal lagi dan pebisnis baru juga mulai dari awal. Ini adalah kesempatan besar bagi pebisnis baru atau pebisnis yang alih bisnis ke bisnis baru.

Jadi yang benar adalah PREPARE FOR THE BEST ATAU PREPARE FOR THE WORST ?

Seperti apa kita dilahirkan adalah takdir

Seperti apa kita bertumbuh adalah proses

Seperti apa kita di masa tua adalah keputusan

Dimulai dari keputusan hari ini , apa saja yang akan kamu lakukan ?

Anda bisa hubungi :

Yan – Asuransi Allianz

Whatsapp : 0821 8732 8732

Email : bahagia@berbahagia.com

Gaji Dipotong , Pasrah Saja Deh

Di saat pandemi Covid 19 ini , banyak sekali karyawan yang gajinya dipotong.

Ada karyawan yang kena potong gaji 20 persen, ada karyawan yang kena potong gaji 50 persen, ada karyawan yang kena potong gaji 90 persen, bahkan ada karyawan yang dirumahkan alias unpaid leave .

Banyak karyawan yang sudah berbulan bulan mengalami pemotongan gaji. Bahkan banyak karyawan yang sudah berbulan bulan tidak digaji.

Perusahaan menyatakan mengalami efek dari pandemi Covid 19 yang mengakibatkan omzet menurun dan laba menurun bahkan rugi.

Biaya harus dikurangi kalau perusahaan mengalami penurunan omzet dan salah satu komponen biaya adalah biaya gaji karyawan. Tujuannya agar perusahaan tidak merugi ataupun kalau rugi maka tidak bengkak ruginya.

Masalahnya adalah bos pemilik perusahaan barusan beli mobil baru di awal tahun, barusan beli rumah baru di awal tahun, barusan punya bini baru di awal tahun . Tapi pemotongan gaji itu adalah trend yang harus diikuti , kalau tidak diikuti bisa malu dengan perusahaan yang lain yang juga melakukan pemotongan gaji.

Apa yang dilakukan seorang karyawan kalau gajinya dipotong ?

PASRAH adalah hal yang dilakukan seorang karyawan.

Karyawan yang mengalami pemotongan gaji berusaha berhemat dalam menjalani hidup sehari hari. Beras tidak boleh sembarangan disawer sawerin buat kasih ayam makan. Harus dihemat.

Bagi karyawan yang sudah berkeluarga, begitu gaji dipotong 50 persen , maka les anak anak distop, biaya listrik dihemat, biaya makan dihemat, biaya untuk hal hal yang bersifat rekreasi dan hiburan dihemat. Kalau perlu uang sekolah dinegosiasi ulang.

Bahkan ada karyawan yang untuk menghemat biaya , berpindah dari rumah besar ke rumah kecil bahkan ke apartemen ukuran 4 L ( Lu Lagi Lu Lagi ) demi menghemat biaya sewa.

Mobil pun kalau perlu diganti ke ukuran mobil yang lebih kecil dan lebih murah , bahkan diganti jadi motor biar hemat.

Karyawan yang dipotong gajinya bahkan masih berpikir untung . Untung tidak dipecat, untung tidak diphk , untung tidak dirumahkan, untung masih digaji walaupun dipotong.

Beban kerja tidak berkurang walaupun gaji dipotong. Bahkan beban kerja mungkin bertambah karena jumlah karyawan berkurang padahal beban pekerjaan tetap sama tapi dibagi ke jumlah karyawan yang semakin sedikit. Bahkan karena banyak yang menganut kebiasaan WFH ( work from home ) selama pandemi Covid 19, zoom meeting kantor tetap dilakukan di luar jam kerja , bahkan di akhir pekan, sehingga waktu kerja bertambah habis habisan tanpa mengenal waktu pribadi lagi karena rumah mendadak berubah menjadi tempat bekerja. Bayangkan sudah gaji dipotong, beban kerja bertambah, waktu kerja menjadi setiap saat walaupn di luar jam kantor.

Rata rata karyawan menghadapi kondisi penurunan penghasilan karena gaji dipotong ini dengan bersikap pasrah. Tidak ada upaya apapun untuk menambah penghasilan. Paling banter mencoba jualan makanan makanan kecil atau kuliner rumahan yang menghasilkan uang receh karena ditawarkan ke sesama teman kantor yang juga mengalami pemotongan gaji sehingga daya beli mereka juga menurun.

Tidak ada terobosan spektakuler yang dilakukan oleh karyawan yang dipotong gajinya untuk mendobrak kebuntuan penurunan penghasilan. Pasrah adalah sikap terbaik yang diambil oleh karyawan yang kena pemotongan gaji.

Harapan terbaik dari karyawan adalah gajinya dipulihkan ke angka sebelum dipotong. Boro boro berani mimpi naik gaji. Gaji dipulihkan saja sudah bersyukur banget.

Jadi karakter utama karyawan adalah pasrah.

Seperti apa kita dilahirkan adalah takdir

Seperti apa kita bertumbuh adalah proses

Seperti apa kita di masa tua adalah keputusan

Dimulai dari keputusan hari ini , apa saja yang akan kamu lakukan ?

Anda bisa hubungi :

Yan – Asuransi Allianz

Whatsapp : 0821 8732 8732

Email : bahagia@berbahagia.com

Bisnis Anda Pasti Makin Suram , Karir Anda Pasti Makin Suram – Mau Bukti ?

Hari ini ada yang sudah memasuki usia 40 atau lebih dan berbisnis atau bekerja sebagai pegawai , pasti bisnis anda atau karir anda akan makin suram.

Ada perubahan besar yang tidak sanggup anda ikuti dan membuat anda hanya menjadi penonton saja.

Perubahan itu disebut DISRUPSI DIGITAL Alias DIGITAL DISRUPTION

Berikut adalah artikel tentang DISRUPSI DIGITAL dari Prof. Rhenald Kasali :

“Hidup Lebih Baik yang Belum Tentu Disambut Baik”

(Begitulah Shifting Terjadi)

oleh Prof. Rhenald Kasali

Mungkin inilah zaman pertemuan dua generasi yang paling membingungkan sepanjang sejarah. Ini bukan soal generasi kertas vs generasi  digital semata. Melainkan soal di mana dunia kita berada, sehingga ekonomi menjadi berubah arah dan banyak yang bangkrut. Ini juga bukan soal kebijakan ekonomi, ini soal teknologi yang mengubah platform hidup, ekonomi dan kehidupan.

Saya menyebutnya shifting, tetapi sebagian besar ekonom “tua” menyebutnya resesi, pelemahan daya beli dan seterusnya. Saya menyebut apa yang dilakukan generasi Nadiem Makarim sebagai inovasi, bahkan disruption. Tetapi manajer-manajer “tua”, bilang mereka “bakar uang.”  Mereka bilang retail online kecil, tapi anak-anak kita bilang “besar”..

Saya bilang mereka punya “business model,” tetapi regulatornya bilang itu sebagai industri predator. Maka regulasinya pun berpihak ke masa lalu.

Hari semakin petang saat satu persatu usaha konvensional berguguran, tetapi saya belum melihat yang tua ikhlas menerima proses shifting ini. Mengakui belum, blame jalan terus, tetapi usaha-usaha lama bakal berguguran terus.

 Dari Armada laut ke retail dan bank

Tiga tahun lalu kita membaca tentang keributan dalam industri jasa angkutan penumpang taksi. Di sini mulai ramai pertempuran antara ojek pangkalan vs. Gojek. Lalu antara pengemudi angkot dengan Gojek. Disusul demo sopir taksi melawan taksi online.

Tahun lalu, korbannya adalah angkutan laut dan hotel. Produsen kapal asal Korea (Hanjin) meminta perlindungan bangkrut. Lalu disusul oleh Maersk dan Hyundai. Setelah itu Rickmers Group (Jerman), Sinopacific Dayang, Wenzhou Shipping dan Zhejiang (China). Jumlah kapal yang dibutuhkan oleh perdagangan dunia sudah berubah menyusul penggunaan telekomunikasi dan aplikasi baru yang serba tracking dan perubahan pola peletakan industri global.

Setelah itu tahun ini kita melihat empat industri: Mainan anak-anak, retail, perbankan dan industri-industri tertentu. Level of competition meningkat, dan pendatang-pendatang tertentu masuk dengan platform baru. Industri mainan anak-anak Indonesia mengeluh penjualannya drop 30%, karena masih mengandalkan mainan berbahan plastik. Jangankan mainan anak-anak seperti itu, boneka Barbie saja pun kena imbas. Bahkan Toy ‘R’ Us di Amerika mengajukan pailit.

Sementara industri mainan anak-anak konvensional kesulitan, industri pembuatan game online di Indonesia berkembang pesat. Diduga omsetnya mencapai USD 10 juta.

Kita juga membaca satu per satu retail di Indonesia menutup outletnya. Terakhir Debenhams dan Lotus. Tapi nanti dulu, itu bukan cuma terjadi di sini. Di USA, tahun ini saja sudah 1430 toko milik Radio Shack yang ditutup, lalu 808 outlet milik toko sepatu Payless, 238 outlet Kmart, 160 toko Crocs (sepatu), 138 outlet JC Penny, 98 Sears, 68 Macy’s, 70 outlet CVS, 154 toko untuk Walmart, 128 outlet Michael Kors dan seterusnya.

Dari Jepang pagi ini saya mendengar Mizuho bank akan mengurangi 19.000 dari 50.000 karyawannya setelah keuntungannya banyak dimakan fintech.  Ini sejalan dengan bank-bank nasional yang mulai melakukan hal serupa, minimal tak lagi membuka cabang baru.

Jadi kalau kita melihat baru beberapa toko besar yang ditutup di sini, dan mulai sepinya belanja di Glodok dan toko grosir Tanah Abang, maka sesungguhnya itu belum seberapa. Ini baru tahap awal. Nanti, saya bisa ceritakan bahwa, brand pun berubah bagi millennials: Branded (luxuries) akan menjadi public brand.

 Bencana atau peluang

Shifting tentu berbeda dengan krisis atau resesi yang lebih banyak dipandang sebagai bencana yang amat memilukan. Shifting dapat diibaratkan Anda tengah bermain balon eo’. Masih ingatkah balon yang terdiri dari dua buah dan berhubungan. Kalau yang satu ditekan, maka anginnya akan pindah ke balon yang besar dan berbunyi eo’, eo’ …

Ya seperti itulah. Angin berpindah, lalu ada yang terkejut karena terjepit dan ruangnya hampa. Manusia-manusianya akan bertingkah polah mirip cerita Who Moved My Cheese. Manusianya bolak-balik kembali ke tempat yang sama dan berteriak-teriak marah: Kembalikan keju saya! Kembalikan! Duh, siapa yang mencurinya? Siapa yang memindahkannya?

Padahal, menurut Ken Blanchard & Johnson yang menulis perumpamaan itu, keju adalah symbol dari apa saja yang membawa kebahagiaan. Ia bisa berupa kue, pekerjaan, kekasih, kekayaan, perusahaan, atau bahkan keterampilan. Dan semuanya tak abadi, bisa pindah atau dipindahkan “ke tempat” lain.

Dan di dalam cerita itu disebutkan ada dua ekor tikus yang selalu bekerja dan mencari “keju” itu ke tempat lain. Anda yang mempunyai “Shio” tikus barangkali punya perilaku yang sama: Tak bisa diam di tempat. Nah, keduanyalah yang menemukannya. Ternyata di tempat lain itu ada keju-keju lain yang sama nikmatnya dan jauh lebih besar.

Mereka menuding resesi atau daya beli itu ibarat “manusia” tadi. Tidak bisa melihat keju yang telah berpindah ke tempat lain. Ia hanya mengais rejeki di tempat yang sama. Resesi atau lemahnya daya beli, kalau balon, maka itu diibaratkan satu balon yang mengempis atau kalau krisis, balonnya pecah.

Dan harap diketahui kita baru saja berada di depan pintu gerbang Disruptions. Saya harap Anda sudah membaca bukunya. Dalam proses disruption itu, teknologi tengah mematikan jarak dan membuat semua perantara (middlemen) kehilangan peran. Akibatnya margin 20-40% yang selama ini dinikmati para penyalur (grosir – retailer) diserahkan kepada digital marketplace (± 5%), seperti Tokopedia, Bukalapak, OLX, dan konsumen. Konsumen pun menikmati harga-harga yang jauh lebih terjangkau.

Ditambah lagi, kini generasi millennials telah menjadi pemain penting dalam konsumsi. Dan tahukah Anda, setidaknya satu dari beberapa anak Anda telah menjadi wirausaha baru. Mereka beriklan di dunia maya seperti di FB dan IG, dan mendapatkan pelanggan di sana, berjualan di sana, dan perbuatannya tidak terpantau regulator bahkan orang tua mereka sekalipun.

Di era ini, para pengusaha lama perlu mendisrupsi diri, membongkar struktur biaya, bukan bersekutu dengan regulator, mengundang kaum muda untuk membantu meremajakan diri, agar siap bertarung dengan cara-cara baru. Biarkan saja kaum tua meratapi hari ini dengan mengatakan daya beli, krisis, atau resesi.

Dunia ini sedang shifting. Orang tua-orang tua muda sedang memangku cyber babies, kaum remaja terlibat cyber romance. Mereka belajar di dunia cyber, dan menjadi pekerja mandiri. Dan masih banyak hal yang akan berpindah, bukan musnah. Ia menciptakan jutaan kesempatan baru yang begitu sulit ditangkap orang-orang lama, atau orang-orang malas yang sudah tinggal di bawah selimut rasa nyaman masa lalu.

Ayo ikuti shifting ini, terlibat dan ambil bagian di dalamnya.

Saya yakin 90 persen dari Anda hanya akan menjadi penonton dan akan berkeluh kesah bahwa hidup makin suram karena anda menolak untuk mengikuti perubahan .

Di era pandemi covid-19 ini ,  bagaimana hidup anda dalam 3 tahun ke depan ?  Apa yang anda inginkan dalam 3 tahun ke depan ?  Anda masih yakin impian hidup anda akan tercapai dalam 3 tahun ke depan ?

Anda bisa menghubungi :

Yan – Asuransi Allianz

Whatsapp : 0821 8732 8732

Email : bahagia@berbahagia.com

Toko Sepi ,Bisnis sepi, Dagang Lesu, Omzet Turun, Laba Turun, Margin Tipis, Hutang Menumpuk,Tagihan Macet, Modal Habis,Siap Siap Bangkrut

Di tahun 2020 ini bagaimana bisnis anda ?

Apakah anda optimis bahwa bisnis anda akan membaik di tahun 2021 ataukah anda pesimis dan memiliki feeling bisnis anda bahkan akan memburuk di tahun 2021 ?

Toko sepi, bisnis sepi,jualan sepi,dagang sepi,usaha sepi adalah kata kata yang banyak dicari di tahun 2020 di internet.

Dari 100 persen pebisnis , mungkin hanya 20 persen an yang berani mengatakan bisnisnya sangat bagus dan bertumbuh terus.

Sisanya yang hampir 80  persen pasti akan mengatakan bahwa bisnisnya empot empotan , bisa bertahan saja sudah bersyukur.

Jika ada yang masih asyik berekspansi membuka bisnis baru, membuka toko baru,membuka cabang baru,menambah armada baru,menambah karyawan baru,nenambah gudang baru , maka orang tersebut harus anda dekati dan anda angkat sebagai suhu karena pasti ilmu nya sakti mandraguna karena bisnisnya masih berkembang dan hokinya semakin bagus.

Anda yang berbisnis di bidang perdagangan dalam negeri dan retail dalam negeri pasti merasakan penurunan omzet dan penurunan keuntungan karena persaingan dengan era internet , perubahan pola belanja masyarakat dan juga adanya kesulitan memperoleh barang dagangan karena larangan impor terbatas alias lartas . Yang paling paling parah tentunya pandemi Covid 19.

Anda buka toko setiap pagi  dan tutup toko setiap sore atau malam , anda lakukan secara rutin setiap hari senin sampai sabtu bahkan sampai hari minggu alias 7 hari seminggu .  Masalahnya anda menunggu pembeli menghampiri anda , anda rajin buka toko tapi omzet tetap menurun dan keuntungan juga menurun.

Belum lagi bisnis anda diperparah oleh persaingan yang menyebabkan anda memperoleh margin keuntungan seupil bahkan margin keuntungan yang tipis sekali sehingga saking tipisnya margin keuntungan itu sakitnya rasanya seperti cabut bulu kaki. Disaat pandemi Covid 19, tipisnya margin keuntungan itu sakitnya sudah seperti mencabut bulu selangkangan.

Dagang sepi diperparah lagi oleh pembeli dan pelanggan anda yang menunda tempo pembayaran sehingga tagihan anda ke pembeli menggunung sedangkan supplier dan pemasok semakin galak menagih hutang atas pengambilan barang anda , bahkan diberlakukan aturan pembayaran tunai alias ada uang baru ada barang .  Akibatnya anda kalah memutar antara hutang dagang  melawan piutang dagang . Belum lagi kalau ada pelanggan yang ngemplang hutang dagang nya terhadap anda. Bonyok dan babak belur lah anda sebagai pebisnis.

Bisnis yang lesu dan dalam kondisi kalah mutar antara hutang dagang dengan piutang dagang , makin diperparah lagi oleh pemasok anda yang tidak menghormati aturan bisnis antara pemasok barang dengan anda sebagai distributor barang mereka . Pemasok barang anda langsung menjual ke langganan langganan anda sehingga anda kehilangan langganan langganan yang dengan susah payah anda peroleh selama puluhan tahun berdagang.

Anda tidak bisa meninggalkan bisnis anda begitu saja walaupun sulit karena anda sudah berkeluarga dan keluarga anda butuh dinafkahin , lagipula bisnis anda sudah anda rintis dari awal dan sudah berjalan puluhan tahun sehingga anda telah dikenal dan memiliki reputasi .

Anda mencoba membuka lapak di online seperti tokopedia dan shopee, mencoba juga muncul di instagram , namun ternyata perang dagang di online lebih parah daripada di toko fisik karena di online anda harus perang dengan ribuan pedagang yang menjual barang sejenis sehingga untuk menonjol jauh lebih sulit daripada  berdagang di toko fisik.

Serba salah jadinya , anda tutup bisnis anda sehingga tidak perlu berdarah darah rugi salah , anda jalankan terus tapi berdarah darah rugi juga salah. Bingung jadinya.

Ada pembeli , walaupun pembeli sedikit , anda tetap harus mengeluarkan biaya operasional seperti biaya pengoperasian truk , biaya gudang , biaya sewa toko , biaya karyawan , biaya bunga bank , biaya pajak dan berbagai biaya lainnya.

Anda bertemu dengan teman teman yang berbisnis di bidang yang sama dan semua juga mengeluhkan dagangan yang sepi sehingga anda semakin pesimis dan semangat semakin menurun.

Anda bertahan di bisnis anda yang lagi sepi dengan harapan suatu saat keadaan akan membaik. Masalahnya anda tidak tahu kapan keadaan akan membaik.  Anda melepaskan aset properti anda satu persatu untuk mempertahankan bisnis anda . Masalahnya kalau di saat pandemi Covid 19 ini melepaskan aset properti pasti jual rugi karena harga properti juga ikut menukik.

Saat hari raya tiba seperti Imlek , angpao yang anda berikan kepada anak dan sanak famili juga menurun seiring dengan bisnis anda yang sepi.

Anda bersyukur di saat kondisi dagang lesu , anda dan keluarga masih diberikan kesehatan sehingga tidak terjadi modal usaha terpakai untuk biaya berobat.

Jika anda mengalami kondisi toko sepi , dagang sepi , bisnis sepi , modal untuk usaha pakai kredit bank , rumah tinggal anda dijaminkan untuk mendapatkan kredit bank tersebut, hutang ke pemasok juga menumpuk , tagihan ke pelanggan yang belum membayar juga menumpuk maka itu disebut cilaka.

Jika anda mengalami kondisi toko sepi , dagang sepi , bisnis sepi , modal untuk usaha pakai kredit bank , rumah tinggal anda dijaminkan untuk mendapatkan kredit bank tersebut, hutang ke pemasok juga menumpuk , tagihan ke pelanggan yang belum membayar juga menumpuk , anda atau anggota keluarga anda mengalami kondisi sakit berat bahkan sakit kritis yang menbutuhkan banyak biaya untuk pengobatan dan perawatannya dan anda karena kondisi ekonomi sudah menyetop semua asuransi jiwa dan kesehatan yang anda bayar maka itu disebut cilaka dua belas.

Yang saya tahu kalau anda mengalami kondisi seperti diatas , biasanya sih anda pasti memilih menjual rumah walaupun harga jual rumah anda sedang jatuh banget karena properti lesu dan memilih melunasi hutang bank , menutup bisnis anda yang sepi dan sulit dipertahankan lagi tersebut, menghadapi tuntutan perdata dari pemasok anda karena anda tidak sanggup melunasi hutang ke pemasok dan hanya sanggup mencicil sesuai kemampuan.  Anda sementara beralih menjadi supir taksi online memanfaatkan mobil pribadi anda dan melakukan akrobat gali lobang tutup lobang dengan memanfaatkan KTA Kredit Tanpa Agunan dan melakukan Gestun Gesek Tunai Kartu Kredit yang anda miliki untuk membiayai hidup sehari hari anda sambil tidak lelah lelahnya menagih piutang ke pelanggan anda yang belum membayar .  Ini bukan teori , ini adalah fakta yang saya lihat dari teman teman yang sudah buntu di bisnis nya.

Jika anda dan keluarga menggantungkan hidup seratus persen dari hasil keuntungan toko dan usaha dagang yang anda jalankan saja tanpa memiliki sumber penghasilan lain , maka cilakalah.

Jika bisnis anda semakin sepi dan sudah mulai memakan modal anda , pasti akan menjadi beban pikiran anda atau pasangan anda dan biasanya jika beban pikiran berlarut larut karena tidak ada solusi untuk mengatasi sepinya bisnis maka akan menjadi stress berkelanjutan.

Berdasarkan pengalaman teman teman saya yang berbisnis , hari ini ditawarkan pegang stok barang atau pegang properti atau pegang cash , semua serentak menjawab cash karena cash is the king.

Masalahnya kalau portfolio bisnis anda asetnya ada di stok barang yang kalau diobral pun belum tentu laku dan aset anda ada di tagihan ke pelanggan yang belum tentu bisa tertagih 100 persen , maka pasti modal anda akan mulai tergerus .

Pertanyaan sederhana adalah apa yang anda lakukan kalau toko terus menerus sepi dan omzet juga terus menerus menurun ?

Kalau anda fokus nongkrongin toko anda yang makin hari makin sepi tanpa berbuat apapun alias pasrah sih kebangetan banget .

Hari gini kalau anda berdagang barang barang yang merupakan merek orang lain dan bukan merek anda sendiri dan kebetulan adalah barang konsumsi atau barang elektronik maka cilakalah anda karena hari ini kalau ada pembeli yang mampir ke toko anda mau membeli barang , maka pembeli yang membuka harga dahulu , bukan anda sebagai penjual yang membuka harga dahulu dan kemudian pembeli menawar.

Ini adalah cerita cerita beberapa teman dalam bisnisnya saat ini :

Cerita pertama :

Teman saya berdagang aksesoris komputer di pusat komputer di Jakarta , ada pembeli mampir mau membeli printer terkenal merek Exxxn , setelah teman saya menjawab dia punya barangnya , si pembeli langsung menyebutkan kalau printer tipe tersebut di Tokopedia dan Shopee  harganya sekian , bisa minta harga lebih murah karena dia mau membeli 10 unit dan minta ongkos kirim dan ongkos setting printer gratis . Teman saya hanya bisa urut dada karena memang jaman sudah berubah , informasi harga barang yang dijual bisa diperoleh dengan mudah di internet , kalau di Indonesia di Tokopedia atau Shopee , kalau barang impor bisa di cek harganya di Alibaba . Cari duit lewat buka toko sekarang hanya untuk cukup makan 3 kali sehari saja , mimpi untuk kaya lewat buka toko sudah bukan jamannya lagi

Harusnya anda mencoba sesuatu yang lain tanpa harus meninggalkan bisnis anda yang sepi tersebut karena badai pasti berlalu.  Di saat pandemi Covid 19 ini badai pasti akan berlangsung lama. Di saat badai , ya anda melakukan hal lain yang menghasilkan uang tapi tidak perlu meninggalkan bisnis anda karena saat badai berlalu tentunya hal lain yang anda lakukan tersebut bisa  anda tinggalkan atau sebagai sampingan saja dan anda fokus kembali ke bisnis anda .Bisa jadi malah hal lain yang anda lakukan disaat badai akhirnya menjadi sumber penghasilan utama dan anda dengan lega dan legowo meninggalkan bisnis lama anda.  Minimal  penghasilan dari sumber lain disaat badai tersebut membuat anda masih bisa mempertahankan bisnis yang sudah anda geluti sejak lama tersebut sehingga saat badai berlalu anda dapat kembali fokus seratus persen ke bisnis lama anda.

Saya pribadi sebagai pemilik website berbahagia.com juga mengalami penurunan omzet dan laba di bisnis utama saya . Tapi syukur saya melihat peluang lain di saat bisnis sepi yang tidak membuat saya harus meninggalkan bisnis utama.

Kata orang bijak jangan menaruh semua telur di satu keranjang .  Di dalam bisnis artinya jangan sampai satu keluarga bertumpu pada satu bisnis yang sama .

Di era pandemi covid-19 ini ,  bagaimana hidup anda dalam 3 tahun ke depan ?  Apa yang anda inginkan dalam 3 tahun ke depan ?  Anda masih yakin impian hidup anda akan tercapai dalam 3 tahun ke depan ?

Seperti apa kita dilahirkan adalah takdir

Seperti apa kita bertumbuh adalah proses

Seperti apa kita di masa tua adalah keputusan

Dimulai dari keputusan hari ini , apa saja yang akan kamu lakukan ?

Anda bisa hubungi :

Yan – Asuransi Allianz

Whatsapp : 0821 8732 8732

Email : bahagia@berbahagia.com

Artikel lain yang berhubungan dengan bisnis sepi :

https://berbahagia.com/2018/08/21/bangkrut-karena-jadi-master-dealer-atau-distributor-utama/

https://berbahagia.com/2018/08/15/buka-toko-hari-gini-buat-cari-untung-atau-buat-cari-kesibukan-doang-ayo-jawab/

https://berbahagia.com/2018/08/24/investasi-properti-makin-menurun-nilainya-punya-properti-bikin-pusing-sekarang/