Hidup bergantung pada satu sumber penghasilan saja, bergantung pada satu pekerjaan saja

Mayoritas dari kita hidup bergantung pada satu pekerjaan saja di perusahaan yang memberikan gaji bulanan kepada kita.

Yang namanya gaji selalu tetap, berbeda dengan berbisnis yang penghasilannya bisa naik bisa turun.

Hampir tidak ada pikiran di mayoritas karyawan untuk mencari tambahan dan semua mencoba mencukupi hidup dengan gaji yang diperoleh.

Problem hidup dari satu penghasilan baru terjadi saat pandemi Covid 19.

Banyak perusahaan dibidang restoran , makanan terpuruk.

Banyak perusahaan di bidang perjalanan wisata terpuruk.

Banyak pebisnis dibidang turisme terpuruk habis.

Banyak perusahaan di bidang penerbangan airlines terpuruk.

Banyak perusahaan di mall yang bisnisnya terpuruk.

Banyak pebisnis di pusat grosir yang bisnisnya terpuruk.

Banyak perusahaan di bidang hotel dan tempat wisata terpuruk.

Banyak perusahaan di bidang pabrikan juga terpuruk .

Banyak bisnis catering , event organizer , wedding yang terpuruk.

Banyak karyawan yang di PHK .

Banyak karyawan yang mengalami pemotongan gaji .

Selama ini mayoritas karyawan terlena dengan penghasilan dari satu sumber saja yakni di pekerjaaan.

Semua bekerja keras dan berdedikasi di pekerjaannya supaya naik gaji bahkan naik pangkat.

Tapi tidak ada yang menyangka sesuatu yang tidak kasat mata namanya virus Covid 19 bisa menghancurkan banyak sekali karir yang dibangun dengan susah payah oleh karyawan.

Pernahkah terpikir oleh anda dengan adanya pandemi Covid 19 ini , seorang karyawan tidak bisa mengandalkan penghasilan hanya dari satu sumber saja yakni dari pekerjaan.

Minimal harus ada penghasilan sampingan juga .

Jika anda tertarik untuk mencari penghasilan sampingan yang bahkan bisa lebih besar dari penghasilan utama anda , anda bisa bergabung dengan saya di Allianz.

Produk asuransi kesehatan Allianz sangat banyak dicari orang karena saat pandemi Covid 19 ini orang hidup dengan kekhawatiran akan sakit.

Produk asuransi kesehatan Allianz memberikan proteksi sampai umur 99 tahun, dengan masa bayar premi rata rata 10 tahun . Dirawat di RS baik di Indonesia atau Asia atau Dunia ( tergantung paket yang diambil ) termasuk operasi besar maupun operasi kecil semua dicover sesuai tagihan dan bersifat cashless untuk rumah sakit yang bekerja sama. Fasilitas perawatan adalah 1 kamar 1 orang dengan kamar mandi dalam.

Income yang diperoleh dari menjalankan bisnis Allianz potensinya sangat besar karena kita tidak hanya diharuskan menjual asuransi tapi kita dibimbing untuk mengembangkan team kita sehingga kita bisa mencapai income yang besar.

Bagi anda yang tertarik dapat menghubungi :

Yan – Asuransi Allianz

Whatsapp : 0821 8732 8732

Email : bahagia@berbahagia.com

http://www.berbahagia.com

Jadi Karyawan Tidak Punya Kendali Atas Hidupnya Sendiri

Seorang karyawan begitu memasuki dunia kerja dan memutuskan untuk menjadi karyawan sampai pensiun bahkan ada yang seumur hidup sampai akhir hayat , maka karyawan tersebut sudah melepaskan kendali atas hidupnya sendiri.

Karyawan diberikan penilaian , skor untuk menentukan prestasi , pangkat jabatan , gaji dan bonus .

Apa tidak bosan sejak SD sampai lulus kuliah selalu dinilai dengan skor , dan saat sudah bekerja masih dinilai pakai skor.

Dan kalau skor nya jelek , bahasa kerennya benchmark score , maka si karyawan harus menerima konsekuensi seperti tidak naik jabatan,tidak naik gaji,tidak dapat bonus dan banyak tidak tidak lainya. Padahal mungkin skor si karyawan jelek karena lagi ada masalah keluarga seperti anak atau pasangan atau orang tua sakit berat dan menjadi beban pikiran.

Dari absensi telat , pulang telat harus lembur , apa tidak bosan dari sd sampai lulus kuliah kena sanksi absensi , eh pas masuk dunia kerja juga kena. Dan disuruh lembur tidak bisa menolak.

Hanya pemilik perusahaan dan level lingkaran dalam boss serta anak boss yang tidak terkena sanksi absensi atau lembur.

Mau melakukan hal hal yang membutuhkan waktu di hari kerja seperti ikut reuni, acara keluarga,wisata plesiran bersama keluarga harus memperhatikan jatah cuti 12 hari termasuk cuti massal. Jadi kalau sabtu minggu atau tanggal merah tidak cukup dan harus menggunakan hari kerja makaharus irit irit menggunakan jatah cuti hanya 12 hari kerja dalam setahun. Tidak bisa seenak jidat. Yang seenak jidat hanya boss , lingkaran dalam boss serta anak boss yang sok profesional pakai name tag,kalung id tapi bebas menerobos semua aturan main di perusahaan.

Harus menyesuaikan dengan keinginan pemilik , apalagi kalau anak pemilik masuk dan lebih semena mena. Misalnya pemilik masuk sebuah organisasi sosial dan minta semua karyawan ikut menyumbang, maka suka tidak suka harus ikut.

Harus bersedia dikirim ke luar kota , bisa berminggu minggu, berbulan bulan , bahkan ditempatkan di luar kota tahunan , hanya punya waktu setiap akhir minggu untuk berusaha pulang berkumpul dengan keluarga di kota lain yang jaraknya bisa sampai ribuan kilometer. Itupun kalau gajinya cukup untuk pulang setiap minggu ke kota tempat keluarga berada.

Anda sebagai karyawan tidak senang , anda berhenti kerja. Emang anda masih anak kecil , tidak senang , berhenti kerja , cari kerja lagi . Sedangkan karir kan harus dibentuk dari anak tangga terbawah untuk menuju puncak.

Lagian emang gampang cari kerja ? Apalagi di masa pandemi Covid-19 sekarang.

Anda harus hidup berjauhan dengan pasangan dan keluarga karena ditempatkan di kota lain untuk jangka waktu lama. Emang gampang berpisah dengan keluarga untuk jangka waktu lama ? Tanya saja yang kerja di kapal , rasanya bagaimana bisa berbulan bulan tidak bertemu keluarga.

Yang paling ngenes kalau bos nga happy , kita bisa dipecat atau dipaksa mengundurkan diri dengan membuat kita tidak naik jabatan, diberikan pekerjaan yang susah biar kita tidak betah.

Belum hari gini disaat pandemi Covid-19, banyak yang masih menyandang jabatan manager bahkan General Manager , tapi gaji dipotong sampai 90 persen , bahkan hanya dibayar sebesar UMR dan yang paling parah malah tidak digaji alias unpaid leave tapi tidak dipecat , masih menyandang jabatan manager bahkan General Manager . Pepesan kosong bukan?

Di saat pandemi Covid-19 , gaji dipotong , tapi harus kerja dari rumah , istilah kerennya WFH alias Work From Home, harus zoom meeting dari pagi sampai malam bahkan di weekend seperti hari sabtu sehingga tidak bisa membedakan lagi antara kerja atau bersantai karena di rumah bekerja tanpa ada batasan jam kerja lagi.

Jadi karyawan itu memang tidak punya kendali atas hidupnya sendiri.

Emang enak jadi karyawan ?

Dibawah ini adalah bukti hal yang sama , satu dilakukan karyawan dan satu lagi dilakukan oleh pebisnis yang punya nyali bisnis walaupun kelas gerobak.

Perusahaan penerbangan Thailand saking parahnya kondisi keuangannya sampai membuka stand jual makanan sejenis kue bantal atau disebut odading di Jawa Barat. Jadi karyawan karyawannya disuruh membuat kue bantal tersebut dan menjual di stand makanan oleh atasannya. Tujuannya supaya si karyawan karyawan tersebut tidak dipecat. Ngenesnya jualannya laris manis sampai antri , tapi karyawan tidak mendapat lebihnya , hanya sebatas gaji. Itulah nasib karywan. Tidak punya kendali atas hidupnya sendiri.

Sebaliknya di Bandung , ada penjual kue bantal pakai gerobak yang laris manis sampai antri panjang banget , namanya odading mang soleh. Makin laris jualannya dan makin panjang antriannya , makin besar uang yang diperoleh si penjual odading mang soleh di Bandung. Itu namanya aturan hidup yang benar makin keras bekerja, makin rajin bekerja, makin laku jualan, otomatis uang yang diperoleh makin banyak, dan hidup makin makmur. Si penjual odading tersebut punya kendali atas hidupnya sendiri.

Anda butuh konsultasi tentang bagaimana punya kendali atas hidup anda ?

Anda bisa hubungi :

Yan – Asuransi Allianz

Whatsapp : 0821 8732 8732

Email : bahagia@berbahagia.com

http://www.berbahagia.com