Bersiaplah Untuk Yang Terbaik – Prepare For The Best – Bukan Prepare For The Worst – Bukan Bersiaplah Untuk Yang Terburuk

Hari ini banyak dari anda yang menghabiskan lebih banyak waktu di rumah , di kamar kost , di apartemen daripada di tempat kerja atau di tempat anda berbisnis. Kenapa ? Karena pandemi Covid 19 membuat semua orang saling menghindar untuk bertemu dengan orang lain.

Acara keramaian seperti perkawinan kalaupun diperbolehkan , kita walaupun diundang belum tentu kita akan muncul. Apalagi acara duka seperti kematian, kita pasti berusaha menghindar dan tidak hadir di acara tersebut. Jadi di saat pandemi Covid 19 acara kegembiraan ataupun acara kesedihan , kita berusaha untuk tidak hadir.

Kita sebagai manusia adalah mahluk sosial yang suka bersosialisasi. Bersosialisasi via zoom meeting atau video meeting beda rasanya dengan bersosialisasi secara fisik bertemu muka.

Kantor rata rata menerapkan Work From Home dengan tingkat kehadiran fisik ke kantor dikurangi semaksimal mungkin

Karyawan banyak yang bekerja dari rumah. Karyawan banyak yang dipotong gajinya , dirumahkan, ditunda gajinya bahkan di phk karena pandemi Covid 19.

Disaat pandemi Covid 19, banyak pebisnis yang harus menutup toko ataupun menurunkan aktifitas bisnisnya karena kalau bisnis makin digenjot makin rugi malahan . Hari ini kalau berdagang , yang mau beli banyak sekali tapi rata rata minta tempo waktu untuk pembayarannya alias ngutang . Padahal hari ini berdagang memberikan hutang kepada pembeli sama dengan bunuh diri. Dengan memilih hanya berbisnis dengan pelanggan tertentu yang masih bagus pembayarannya , dan hanya melayani penjualan tunai ke pembeli yang tidak dikenal, maka otomatis omzet bisnis menurun habis.

Di saat pandemi Covid 19 kita diminta untuk mereset, menekan tombol ” Slow Down ” untuk aktivitas kita.

Berita berita dan info info yang bersliweran di internet, media sosial , whatsapp rata rata isinya semakin hari semakin negatif dan membuat pesimis tentang kondisi pandemi Covid 19. Ada yang mengatakan gelombang ke 2 Covid 19 akan tiba , ada yang bilang gelombang ke 3 Covid 19 akan tiba setelah gelombang ke 2. Ada info bahwa vaksin Covid 19 tidak bisa untuk yang usia lanjut karena usia lanjut tingkat kekebalan tubuh sudah menurun dan tidak bisa diaktifasi dengan vaksin.

Dengan kondisi bisnis terpuruk dan kondisi keuangan terpuruk tentunya sebagian besar dari kita bersiap siap untuk yang terburuk . Prepare For The Worst istilahnya. Kalau naik arung jeram atau naik wahana permainan seperti roller coaster pasti akan diteriakan siap siap pada saat kita akan memasuki bagian paling mengerikan dari permainan arung jeram atau roller coaster. Jantung berdetak kencang, ada yang tensi darah naik saat menantikan bagian permainan yang paling mengerikan tiba.

Kok tidak pernah ada yang mengatakan ” Siap Siap Untuk Yang Terbaik ” – ” Prepare For The Best ” ?

Padahal di saat pandemi Covid 19 kita diberikan waktu dan kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan hidup kita sampai hari ini karena mendadak waktu kita menjadi sangat banyak karena kita jarang keluyuran keluar lagi.

Yang jadi karyawan , karena gaji dipotong, dirumahkan,diphk , menjadi memiliki waktu untuk melihat apakah selama ini hanya memakai kacamata kuda. Contoh : Yang kerjanya spesialis akuntansi karena lulusan akuntansi , memiliki waktu untuk mengevaluasi bahwa hidup tidak perlu sesuai label lulusan kuliah. Mencoba membuka bisnis konsultan sendiri , mencoba menjalankan profesi marketing, karena tidak ada kutukan lulusan akuntansi harus kerja di bidang akuntansi , lulusan teknik harus kerja di bidang teknik. Menambah wawasan baru selama pandemi Covid 19, menambah keahlian baru selama pandemi Covid 19 dengan mengikuti kursus atau training online , bergabung dengan komunitas yang profesinya nya berbeda dengan keahliannya, bergabung dengan komunitas pebisnis karena karyawan tidak harus berteman dengan sesama karyawan saja, karyawan boleh banget punya banyak teman pebisnis.

Yang jadi pebisnis , karena bisnis lagi terpuruk , mencoba menjajaki online untuk memasarkan bisnisnya , belajar hal hal baru tentang jualan online, cara membuat produk dagangannya ngetop di online, menambah wawasan bisnis lain selain bisnis yang digeluti. Contoh : Pedagang sparepart mobil kan tidak harus berkutat dagang sparepart mobil seumur hidup bukan ? Boleh mencoba mengintip bisnis lain di luar sparepart mobil.

Pandemi Covid 19 harus dilihat sebagai kesempatan emas bagi pebisnis. Banyak pebisnis senior yang sudah puluhan tahun menjalankan bisnisnya terpuruk saat ini. Berarti bagi pebisnis yang baru memulai berbisnis , atau baru berpindah ke bisnis baru, maka memiliki kesempatan besar untuk menjadi besar dan bersaing dengan pebisnis lama yang lagi terpuruk . Karena ibarat lomba lari, semua dimulai dari garis awal start lagi . Ibarat kalau isi bensin di pompa bensin, semua dimulai dari nol lagi. Pebisnis lama yang terpuruk kan harus memulai dari awal lagi dan pebisnis baru juga mulai dari awal. Ini adalah kesempatan besar bagi pebisnis baru atau pebisnis yang alih bisnis ke bisnis baru.

Jadi yang benar adalah PREPARE FOR THE BEST ATAU PREPARE FOR THE WORST ?

Seperti apa kita dilahirkan adalah takdir

Seperti apa kita bertumbuh adalah proses

Seperti apa kita di masa tua adalah keputusan

Dimulai dari keputusan hari ini , apa saja yang akan kamu lakukan ?

Anda bisa hubungi :

Yan – Asuransi Allianz

Whatsapp : 0821 8732 8732

Email : bahagia@berbahagia.com

Sudah Dewasa, Masih Tinggal di Rumah Orang Tua?? Alamakkkk

Anda sudah dewasa , sudah lulus sekolah. Sudah bekerja . Bahkan sudah menikah dan sudah memiliki anak. Tapi masih tinggal di rumah orang tua dan tinggal bersama orang tua ? Orang tua sehat walafiat dan masih bugar.

Anda tidak punya duit untuk beli rumah sendiri dan hidup mandiri tanpa nebeng di rumah orang tua ?

Anda sudah beli rumah tapi rumah anda ada di pinggiran Jakarta yang macetnya bisa berjam jam pergi dan pulang dari tempat anda kerja , sehingga anda masih nebeng tinggal di rumah orang tua ?

Anda anak tunggal sehingga anda tidak diperbolehkan jauh dari orang tua dan harus ada di sisi orang tua anda setiap saat ?

Anda tidak punya suster untuk menjaga anak anak anda, sehingga dengan tinggal bersama orang tua anda memiliki orang tua untuk menjaga anak anak anda ?

Jangan bilang usia anda sudah memasuki 40 tahun , anda bukan anak tunggal , anda sudah cari uang sendiri tapi masih nebeng tinggal di rumah orang tua bersama orang tua anda . Kalau ini yang terjadi sih , kebangetan banget banget. Kalau anda punya uang untuk beli rumah sendiri di lokasi yang bagus , berarti anda pelit banget. Kalau anda bilang anda mengincar rumah orang tua anda untuk menjadi warisan yang jatuh ke tangan anda, anda sih tidak waras. Kalau anda bilang anda sayang banget dengan orang tua anda dan tidak bisa hidup tanpa ditemani orang tua anda, berarti ada yang salah dengan derajat kedewasaan anda.

Kalau anda bukan anak tunggal yang tidak diperbolehkan hidup jauh dari orang tua ,maka pasti ada yang salah dengan anda.

Salah paling utama dengan anda umumnya cuma satu yakni anda bokek. Bokek tidak mampu membeli rumah yang lokasinya strategis yang dekat dengan tempat anda mencari nafkah. Bokek yang lebih parah adalah benar benar uang yang anda hasilkan tidak cukup untuk membeli rumah sendiri.

Yang paling parah kalau anda dewasa, sudah nebeng dengan orang tua, sudah menikah dan punya anak anak, tidak pernah memberi uang kepada orang tua, tapi malah nebeng ikut makan di rumah orang tua, nebeng gratis tanpa ikut bayar biaya listrik dan air. Itu sih lebih parah daripada cerita anak durhaka malin kundang. Kalau malin kundang tidak mengakui orang tuanya , artinya malin kundang tidak bikin susah secara keuangan ke orang tuanya karena tidak nebeng hidup di rumah orang tuanya.

Apa yang menyebabkan anda masih nebeng tinggal di rumah orang tua ? Anda kadung dan terlanjur nyaman menjadi karyawan yang penghasilannya segitu segitu saja dan waktu anda sudah habis untuk bekerja karena perusahaan tempat anda bekerja dan bos anda sudah membeli waktu anda dengan memberikan anda gaji bulanan, sehingga anda tidak punya waktu lagi untuk mencari penghasilan tambahan?

Kalau itu jawabannya , anda memang malas tingkat dewa. Anda nebeng tinggal di rumah orang tua, anda nyaman jadi kuda – eh sorry maksudnya jadi karyawan yang penghasilannya segitu gitu aja dan anda sudah tidak punya impian dalam hidup anda.

JIka begitu pilihan anda, selamat nebeng seumur hidup anda tinggal di rumah orang tua. Orang tua anda tidak akan abadi mengikuti anda seumur hidup anda, tapi andalah yang harus menjalani hidup anda sampai akhir hayat anda.

Seperti apa kita dilahirkan adalah takdir

Seperti apa kita bertumbuh adalah proses

Seperti apa kita di masa tua adalah keputusan

Dimulai dari keputusan hari ini , apa saja yang akan kamu lakukan ?

Anda bisa hubungi :

Yan – Asuransi Allianz

Whatsapp : 0821 8732 8732

Email : bahagia@berbahagia.com

Sayang Isteri Sayang Anak

Pada hari pernikahanku, aku menggendong istriku. Mobil pengantin berhenti di depan apartemen kami. Teman-teman memaksaku menggendong istriku keluar dari mobil. Lalu aku menggendongnya ke rumah kami. Dia tersipu malu-malu. Saat itu, aku adalah seorang pengantin pria yang kuat dan bahagia.

Ini adalah kejadian 10 tahun yang lalu.

Hari-hari berikutnya berjalan biasa. Kami memiliki seorang anak, aku bekerja sebagai pengusaha dan berusaha menghasilkan uang lebih. Ketika aset-aset perusahaan meningkat, kasih sayang di antara aku dan istriku seperti mulai menurun.

Istriku seorang pegawai pemerintah. Setiap pagi kami pergi bersama dan pulang hampir di waktu yang bersamaan. Anak kami bersekolah di sekolah asrama. Kehidupan pernikahan kami terlihat sangat bahagia, namun kehidupan yang tenang sepertinya lebih mudah terpengaruh oleh perubahan-perubahan yang tak terduga.

Lalu Jane datang ke dalam kehidupanku.

Hari itu hari yang cerah. Aku berdiri di balkon yang luas. Jane memelukku dari belakang. Sekali lagi hatiku seperti terbenam di dalam cintanya. Apartemen ini aku belikan untuknya. Lalu Jane berkata, “Kau adalah laki-laki yang pandai memikat wanita.” Kata-katanya tiba-tiba mengingatkan ku pada istriku. Ketika kami baru menikah, istriku berkata “Laki-laki sepertimu, ketika sukses nantin akan memikat banyak wanita.” Memikirkan hal ini, aku menjadi ragu-ragu. Aku tahu, aku telah mengkhianati istriku.

Aku menyampingkan tangan Jane dan berkata, “Kamu perlu memilih beberapa furnitur , ok? Ada yang perlu aku lakukan di perusahaan.” Dia terlihat tidak senang, karena aku telah berjanji akan menemaninya melihat-lihat furnitur. Sesaat, pikiran untuk bercerai menjadi semakin jelas walaupun sebelumya tampak mustahil. Bagaimanapun juga, akan sulit untuk mengatakannya pada istriku. Tidak peduli selembut apapun aku mengatakannya, dia akan sangat terluka. Sejujurnya, dia adalah seorang istri yang baik. Setiap malam, dia selalu sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk di depan televisi. Makan malam akan segera tersedia. Kemudian kami menonton TV bersama. Hal ini sebelumnya merupakan hiburan bagiku.

Suatu hari aku bertanya pada istriku dengan bercanda. “Kalau misalnya kita bercerai, apa yang akan kamu lakukan?” Dia menatapku beberapa saat tanpa berkata apapun. Kelihatannya dia seorang yang percaya bahwa perceraian tidak akan datang padanya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksinya ketika nanti dia tahu bahwa aku serius tentang ini.

Ketika istriku datang ke kantorku, Jane langsung pergi keluar. Hampir semua pegawai melihat istriku dengan pandangan simpatik dan mencoba menyembunyikan apa yang sedang terjadi ketika berbicara dengannya. Istriku seperti mendapat sedikit petunjuk. Dia tersenyum dengan lembut kepada bawahan-bawahanku. Tapi aku melihat ada perasaan luka di matanya.

Sekali lagi, Jane berkata padaku, “Sayang, ceraikan dia, ok? Lalu kita akan hidup bersama.” Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak bisa ragu-ragu lagi.

Ketika aku pulang malam itu, istriku sedang menyiapkan makan malam. Aku menggemgam tangannya dan berkata, “Ada yang ingin aku bicarakan.” Dia kemudian duduk dan makan dalam diam. Lagi, aku melihat perasaan luka dari matanya.

Tiba-tiba aku tidak bisa membuka mulutku. Tapi aku harus tetap mengatakan ini pada istriku. Aku ingin bercerai. Aku memulai pembicaraan dengan tenang.

Dia seperti tidak terganggu dengan kata-kataku, sebaliknya malah bertanya dengan lembut, “Kenapa?”

Aku menghidari pertanyaannya. Hal ini membuatnya marah. Dia melempari sumpit dan berteriak kepadaku, “Kamu bukan seorang pria!” Malam itu, kami tidak saling bicara. Dia menangis. Aku tahu, dia ingin mencari tahu apa yang sedang terjadi di dalam pernikahan kami. Tapi aku sulit memberikannya jawaban yang memuaskan, bahwa hatiku telah memilih Jane. Aku tidak mencintainya lagi. Aku hanya mengasihaninya!

Dengan perasaan bersalah, aku membuat perjanjian perceraian yang menyatakan bahwa istriku bisa memiliki rumah kami, mobil kami dan 30% aset perusahaanku.

Dia melirik surat itu dan kemudian merobek-robeknya. Wanita yang telah menghabiskan 10 tahun hidupnya denganku telah menjadi seorang yang asing bagiku. Aku menyesal karena telah menyia-nyiakan waktu, daya dan tenaganya tapi aku tidak bisa menarik kembali apa yang telah aku katakan karena aku sangat mencintai Jane. Akhirnya istriku menangis dengan keras di depanku, yang telah aku perkirakan sebelumya. Bagiku, tangisannya adalah semacam pelepasan. Pikiran tentang perceraian yang telah memenuhi diriku selama beberapa minggu belakangan, sekarang menjadi tampak tegas dan jelas.

Hari berikutnya, aku pulang terlambat dan melihat istriku menulis sesuatu di meja makan. Aku tidak makan malam, tapi langsung tidur dan tertidur dengan cepat karena telah seharian bersama Jane.

Ketika aku terbangun, istriku masih disana, menulis. Aku tidak mempedulikannya dan langsung kembali tidur.

Paginya, dia menyerahkan syarat perceraiannya: Dia tidak menginginkan apapu dariku, hanya menginginkan perhatian selama sebulan sebelum perceraian. Dia meminta dalam 1 bulan itu kami berdua harus berusaha hidup sebiasa mungkin. Alasannya sederhana : Anak kami sedang menghadapi ujian dalam sebulan itu, dan dia tidak mau mengacaukan anak kami dengan perceraian kami.

Aku setuju saja dengan permintaannya. Namun dia meminta satu lagi, dia memintaku untuk mengingat bagaimana menggendongnya ketika aku membawanya ke kamar pengantin, di hari pernikahan kami.

Dia memintanya selama 1 bulan setiap hari, aku menggendongnya keluar dari kamar kami, ke pintu depan setiap pagi. Aku pikir dia gila. Aku menerima permintaanya yang aneh karena hanya ingin membuat hari-hari terakhir kbersamaan kami lebih mudah diterima olehnya.

Aku memberi tahu Jane tentang syarat perceraian dari istriku. Dia tertawa keras dan berpikir bahwa hal itu berlebihan. “Trik apapun yang dia gunakan, dia harus tetap menghadapi perceraian!”, kata Jane, dengan nada menghina.

Istriku dan aku sudah lama tidak melakukan kontak fisik sejak keinginan untuk bercerai mulai terpikirkan olehku. Jadi, ketika aku menggendongnya di hari pertama, kami berdua tampak canggung. Anak kami tepuk tangan di belakang kami. Katanya, “Papa menggendong mama!” Kata-katanya membuat ku merasa terluka. Dari kamar ke ruang tamu, lalu ke pintu depan, aku berjalan sejauh 10 meter, dengan dirinya di pelukanku. Dia menutup mata dan berbisik padaku, “Jangan bilang anak kita mengenai perceraian ini.” Aku mengangguk, merasa sedih. Aku menurunkannya di depan pintu. Dia pergi untuk menunggu bus untuk bekerja. Aku sendiri naik mobil ke kantor.

Hari kedua, Kami berdua lebih muda bertindak. Dia bersandar di dadaku. Aku bisa mencium wangi dari pakaiannya. Aku tersadar, sudah lama aku tidak sungguh-sungguh memperhatikan wanita ini. Aku sadar dia sudah tidak muda lagi, ada garis halus di wajahnya, rambutnya memutih. Pernikahan kami telah membuatnya susah. Sesaat aku terheran, apa yang telah aku lakukan padanya.

Hari keempat, ketika aku menggendongnya, aku merasakan rasa kedekatan seperti kembali lagi. Wanita ini adalah seorang yang telah memberikan 10 tahun kehidupannya padaku.

Hari kelima dan keenam, aku sadar rasa kedekatan kami semakin bertumbuh. Aku tidak mengatakan ini pada Jane. Seiring berjalan nya waktu semakin mudah menggendongnya. Mungkin karena aku rajin berolah raga membuatku semakin kuat.

Satu pagi, istriku sedang memilih pakaian yang dia ingin kenakan. Dia mencoba beberapa pakaian tapi tidak menemukan yang pas. Kemudian dia menghela nafas, “Pakaianku semua jadi besar.” Tiba-tiba aku tersadar bahwa dia telah menjadi sangat kurus. Ini lah alasan aku bisa menggendongnya dengan mudah.

Tiba-tiba aku terpukul. Dia telah memendam rasa sakit dan kepahitan yang luar biasa di hatinya. Tanpa sadar aku menyentuh kepalanya.

Anak kami datang saat itu dan berkata, “Pa, sudah waktunya menggendong mama keluar.” Bagi anak kami, meihat ayahnya menggendong ibunya keluar telah menjadi arti penting dalam hidupnya. Istriku melambai pada anakku untuk mendekat dan memeluknya erat. Aku mengalihkan wajahku karena takut aku akan berubah pikiran pada saat terakhir. Kemudian aku menggendong istriku, jalan dari kamar, ke ruang tamu, ke pintu depan. Tangannya melingkar di leherku dengan lembut. Aku menggendongnya dengan erat, seperti ketika hari pernikahan kami.

Tapi berat badannya yang ringan membuatku sedih. Pada hari terakhir, ketika aku menggendongnya, sulit sekali bagiku untuk bergerak. Anak kami telah pergi ke sekolah. Aku menggendongnya dengan erat dan berkata, “Aku tidak memperhatikan kalau selama ini kita kurang kedekatan.”

Aku pergi ke kantor, keluar cepat dari mobil tanpa mengunci pintunya. Aku takut, penundaan apapun akan mengubah pikiranku. Aku jalan ke atas, Jane membuka pintu dan aku berkata padanya, “Maaf, Jane, aku tidak mau perceraian.”

Dia menatapku, dengan heran menyentuh keningku. “Kamu demam?”, tanyanya. Aku menyingkirkan tangannya dari kepalaku. “Maaf, Jane, aku bilang, aku tidak akan bercerai,” kehidupan pernikahanku selama ini membosankan mungkin karena aku dan istriku tidak menilai segala detail kehidupan kami, bukan karena kami tidak saling mencintai. Sekarang aku sadar, sejak aku menggendongnya ke rumahku di hari pernikahan kami, aku harus terus menggendongnya sampai maut memisahkan kami.

Jane seperti tiba-tiba tersadar. Dia menamparku keras kemudian membanting pintu dan lari sambil menangis. Aku turun dan pergi keluar.

Di toko bunga, ketika aku berkendara pulang, aku memesan satu buket bunga untuk istriku. Penjual menanyakan padaku apa yang ingin aku tulis di kartunya. Aku tersenyum dan menulis, aku akan menggendongmu setiap pagi sampai maut memisahkan kita.

Sore itu, aku sampai rumah, dengan bunga di tanganku, senyum di wajahku, aku berlari ke kamar atas, hanya untuk menemukan istriku terbaring di tempat tidur – meninggal. Istriku telah melawan kanker selama berbulan-bulan dan aku terlalu sibuk dengan Jane sampai tidak memperhatikannya. Dia tahu dia akan segera meninggal, dan dia ingin menyelamatkanku dari reaksi negatif apapun dari anak kami, seandainya kami jadi bercerai. – Setidaknya, di mata anak kami – aku adalah suami yang penyayang.

http://www.berbahagia.com

Sebagai Karyawan , Anda Sudah Puas Dengan Jabatan dan Gaji Anda Sekarang ? Puas Beneran Atau Terpaksa Puas Karena Jabatan Dan Gaji Sudah Mentok ?

Anda saat ini sudah puas dengan gaji anda dan jabatan yang anda sandang sekarang ?

Kalau anda dipotong gajinya karena pandemi Covid 19, apakah gaji yang dipotong sudah dipulihkan atau masih dipotong atau bahkan akan dipotong lebih besar lagi?

Karyawan hanya bisa naik jabatan kalau jabatan di atasnya kosong karena atasan nya berhenti kerja , meninggal atau naik jabatan yang lebih tinggi lagi.

General Manager sebuah hotel dari satu jaringan hotel besar , kepala cabang dari sebuah bank yang punya ratusan cabang , kepala cabang dari sebuah bengkel mobil besar yang punya ratusan cabang, kepala cabang dari sebuah showroom mobil yang punya ratusan cabang.

Anda adalah General Manager di kantor pusat. Anda adalah manajer keuangan di kantor pusat. Anda adalah manajer akuntansi di kantor pusat. Anda adalah Vice President di kantor pusat. Anda adalah direktur pemasaran di kantor pusat. Anda adalah corporate secretary di kantor pusat.

Setinggi apapun jabatan anda di perusahaan , selama anda tidak memiliki saham di akte PT, anda adalah karyawan. dan aturan main untuk karyawan sudah pasti yaitu di usia 56 wajib pensiun , hanya bisa berkarir sampai usia 55 tahun.

Disrupsi alias revolusi besar sedang terjadi di dunia perbankan dan dunia perhotelan. Di dunia angkutan taxi sudah terjadi revolusi dengan munculnya angkutan online seperti Uber, Grab, Gojek.

Di dunia perbankan sedang terjadi revolusi besar dengan kemunculan fintech dan digital bank , digital money . Artinya aktivitas perbankan tetap dibutuhkan , tapi banknya sebagai institusi tidak dibutuhkan lagi. Seperti taxi , angkutan untuk orang tetap dibutuhkan tapi bukan dalam bentuk perusahaan taxi lagi.

Di dunia perhotelan juga sedang terjadi revolusi dengan munculnya Airbnb dan banyak yang lain sejenis Airbnb. Artinya orang tetap butuh tempat menginap kalau bepergian, tapi konsepnya bukan dalam bentuk hotel lagi.

Bayangkan anda yang masih berusia 30 tahunan yang meniti karir di dunia perbankan dan di dunia perhotelan, tsunami revolusi menanti anda sebelum anda mencapai usia pensiun. Mengerikan sekali masa depan anda yang berkarir di dunia perbankan dan dunia perhotelan.

Anda yang saat ini sudah memegang posisi senior di perusahaan baik kepala cabang bank,kepala cabang perusahaan,kepala cabang showroom atau bengkel , GM hotel dari perusahaan yang punya ratusan cabang atau hotel. , apakah anda sudah puas dan nyaman?

Anda puluhan tahun bekerja di perusahaan dan loyal ke perusahaan, anda meniti karir di perusahaan secara perlahan dan akhirnya anda mencapai level kepala cabang, level General Manager. Apakah karena anda pintar ? Harusnya tidak mungkin , karena kalau anda pintar , anda tidak perlu buang waktu sampai puluhan tahun untuk mencapai level atas.

Anda puluhan tahun bekerja di perusahaan dan loyal ke perusahaan, akhirnya anda mencapai level kepala cabang, level General Manager, sementara teman teman anda yang mulai bekerja dari awal bersama anda di perusahaan sudah pada menghilang kabur .Anda naik jabatan karena otak sisa tinggal anda, artinya cuma anda satu satunya yang masih tahu semua cerita perusahaan. Jadi anda naik jabatan karena anda satu satunya yang tersisa.

Anda mencapai posisi anda sekarang di level senior perusahaan , di jajaran atas perusahaan disaat usia anda sudah melewati 45 tahun. Anda merasa puas dan nyaman dengan posisi jabatan anda dan gaji yang anda peroleh saat ini.

Sangat nyaman sekali kalau sudah mencapai level atas , jabatan kepala cabang atau GM. Anda dari atas memandang ke bawah.

Sayangnya rasa puas dan rasa nyaman anda tidak abadi. Karena anda di usia 56 tahun wajib pensiun. Jabatan yang anda genggam dicopot dan gaji yang anda peroleh distop karena anda sudah pensiun.

Hanya menikmati rasa puas dan rasa nyaman sebagai level atas dan posisi senior kurang dari 10 tahun. Ngenes rasanya.

Jadi masih puaskah dan masih merasa amankah anda dengan jabatan anda sekarang dan gaji yang anda peroleh sekarang ?

Seperti apa kita dilahirkan adalah takdir

Seperti apa kita bertumbuh adalah proses

Seperti apa kita di masa tua adalah keputusan

Dimulai dari keputusan hari ini , apa saja yang akan kamu lakukan ?

Anda bisa hubungi :

Yan – Asuransi Allianz

Whatsapp : 0821 8732 8732

Email : bahagia@berbahagia.com

Sebagai Karyawan, Anda Sudah Siap Pensiun ? Sudah Masuk Usia 50 Tahun , Jabatan Sebagai Karyawan Sebentar Lagi Harus Anda Copot

Anda sudah memasuki usia 50 tahun . Lilin di atas Kue Ulang Tahun sudah anda tiup dan anda didoakan selalu sehat dan panjang umur. Itu adalah doa klasik untuk yang berulang tahun.

Posisi anda sebagai karyawan akan berakhir dalam waktu 5 tahun ke depan. 5 tahun itu sebentar saja lho. Pas memasuki usia 56 tahun , anda resmi wajib pensiun karena rata rata aturan perusahaan dan juga pemerintahan menwajibkan karyawan dan pegawai negeri pensiun saat memasuki usia 56 tahun.

Karena anda didoakan panjang umur saat merayakan ulang tahun yang ke 50 , tentunya anda harus melakukan sesuatu setelah pensiun karena bengong tidak melakukan apapun setelah pensiun akan memperpendek umur bukan ? Panjang umur berarti dana dan aset yang sudah anda siapkan untuk menjalani hari hari pensiun pasti tidak cukup karena semakin panjang umur pasti semakin besar dana yang dibutuhkan untuk menjalani hidup pensiun.

Kalau anda didoakan sehat saat merayakan ulang tahun yang ke 50, tentunya anda sadar sehat yang dimaksud bukan sehat seperti saat masih berusia 20 tahunan. Memasuki usia 50 anda tentunya harus mulai menjaga makan dan minum anda , mengurangi daging merah, mengurangi gula,mengurangi yang nikmat dan bikin nagih seperti santan,durian,cumi,udang,kepiting. Tidak mungkin ada mobil yang sudah berusia 50 tahun mesinnya masih tokcer dan prima seperti saat mobil tersebut baru berusia 10 tahun. Pasti ada bagian bagian dari mobil yang sudah aus, sudah tidak bisa digeber habis habisan. Organ organ tubuh anda yang sudah memasuki usia 50 tahun tentunya tidak sama lagi dengan saat anda masih muda.

Syukur kalau saat anda pensiun, sudah tidak ada beban biaya sekolah dan biaya kuliah anak lagi. Anak anak sudah selesai kuliah dan sudah mulai memasuki dunia kerja.

Kalau saat anda pensiun, masih ada anak yang sekolah dan masih ada yang kuliah , maka biaya hidup normal anda tetap berjalan disaat tidak ada gaji bulanan lagi yang masuk setiap bulan. Ini adalah problem besar.

Sebagai karyawan, sudah siapkah anda untuk pensiun ?

Saat menjadi karyawan , anda setiap bulan mendapatkan uang berupa gaji bulanan, tiap tahun mendapatkan tambahan uang berupa THR dan bahkan tambahan uang dalam bentuk bonus tahunan. Itulah keistimewaan hidup karyawan, setiap bulan pasti mendapatkan uang.

Saat menjadi karyawan, anda tidak perlu pusing kalau sakit , kalau anggota keluarga sakit juga tidak perlu pusing, karena rata rata perusahaan bonafid pasti memberikan asuransi kesehatan untuk karyawan dan keluarga karyawan.

Begitu anda pensiun, pusing akan muncul karena tidak ada uang yang masuk lagi setiap bulan karena sudah tidak ada gaji sama sekali dan juga kalau sakit sudah harus keluar uang dari kantong sendiri karena asuransi kesehatan dari perusahaan juga berakhir begitu anda pensiun.

Anda harus hidup dari tabungan yang sudah anda kumpulkan dan dari aset tetap yang anda miliki. Mungkin anda sudah mengumpulkan dana di deposito bank sebesar Rp. 1 milyar rupiah , memiliki beberapa aset properti yang anda bisa sewakan untuk sumber uang buat biaya hidup dan punya beberapa unit mobil yang bisa anda sewakan untuk sumber uang juga buat biaya hidup.

Sebagian besar karyawan pada saat usia pensiun tidak memiliki asuransi kesehatan sama sekali buat si karyawan dan pasangannya , apalagi buat anak anaknya. Kalaupun ada asuransi kesehatan , rata rata cuma sekedar punya , hanya memberikan ganti rugi ala kadarnya . Setiap karyawan begitu pensiun , wajib melanjutkan sendiri asuransi BPJS kalau mau punya jaring pengaman minimal saat sakit.

Setelah pensiun, ex karyawan tidak bisa membiayai hidup dari bunga deposito karena bunga deposito itu kecil sekali , apalagi setelah dipotong pajak deposito sebesar 20 persen. Inflasi tahunan bisa jadi lebih besar dari hasil bunga deposito.

Setelah pensiun, ex karyawan mencoba hidup dari hasil sewa aset properti yang disewakan. Aset properti tidak bisa memberikan hasil maksimal yang akan mencukupi biaya hidup kalau umur anda panjang karena pasti properti ada biaya perawatan,biaya renovasi kalau aset propertinya sudah tua usianya.

Setelah pensiun, ex karyawan tidak mungkin hidup dari hasil sewa mobil mobil yang dimiliki karena mobil adalah aset yang nilainya berkurang setiap tahun sehingga akhirnya malah jadi nol alias tidak memiliki aset kalau memegang mobil sebagai aset saat pensiun.

Cara menambah uang setelah pensiun dengan berbagai cara.

Cara pertama dengan berbisnis , setelah pensiun di usia 56 tahun mulai berbisnis. Insting bisnis itu membutuhkan waktu untuk diasah. Seorang karyawan hidup berdasarkan perintah , tidak pernah berdasarkan inisiatif sendiri. Kalau diibaratkan berjudi , seorang karyawan itu diperintahkan berjudi dan kalau menang uang kemenangan diambil oleh boss nya dan kalau kalah boss nya yang menanggung resiko kalah. Jadi seorang karyawan tidak pernah punya insting bisnis , tidak punya inisiatif dan tidak pernah mengambil resiko kerugian uang sendiri selama menjadi karyawan. Bagaimana mungkin seorang karyawan pas pensiun bisa mendadak jago berbisnis ? Semua orang yang baru mulai melakukan sesuatu pasti disebut anak bawang, dan anak bawang pasti akan dibully . Dalam bisnis anak bawang pasti akan ditipu dan tertipu , akhirnya simpanan hari tua yang diharapkan berkembang biak di bisnis habis total. Mau melakukan bisnis apapun saat sudah memasuki usia pensiun adalah hal yang sangat mustahil , hanya 1 persen maksimal yang sukses .

Cara kedua dengan mengikuti investasi yang memberikan hasil jauh di atas bunga bank di institusi non keuangan , bahkan ada yang memberikan hasil sampai 3 persen bahkan 5 persen setiap bulan atas uang yang ditempatkan. Kalau di saat menjadi karyawan tingkat kehati hatian sangat dijaga saat melakukan sesuatu karena diawasi oleh atasan dan ada sanksi , saat pensiun, ternyata bablas. Uang simpanan buat menjalani pensiun amblas. Kalau menggunakan logika , jika ada yang bisa memberikan 3 persen sampai 5 persen per bulan , kenapa masih membutuhkan uang anda yang sudah pensiun ? Mereka cukup meminjam dari bank yang mengenakan bunga pinjaman sekitar maksimal 15 persen per tahun dan hasil 3 persen sebulan atau 36 persen setahun , masih untung bersih 21 persen . Kok masih butuh duit anda yang sudah pensiun ? Mikir .

Cara ketiga uang dan aset simpanan anda yang pensiun habis adalah karena dipinjam oleh teman teman atau saudara saudara anda dan tidak dikembalikan.

Cara ke empat uang dan aset simpanan pensiun anda habis adalah karena mendadak terjadi pengeluaran tidak terduga, mendadak anda yang sudah pensiun sakit parah atau pasangan anda sakit parah atau anak anda sakit parah dan anda tidak punya asuransi kesehatan , sedangkan fasilitas asuransi kesehatan dari perusahaan yang memberikan pengobatan terbaik di rumah sakit terbaik sudah tidak ada karena anda sudah pensiun dan anda tetap ngotot berobat di rumah sakit dengan pengobatan terbaik sesuai standar yang anda peroleh saat anda masih menjadi karyawan. Otomatis uang simpanan dan aset anda setelah pensiun akan habis.

Cara ke lima , anda tidak merubah gaya hidup anda seperti makan di restoran setiap minggu, belanja baju , ganti handphone setiap ada tipe baru, hidup boros yang anda lakukan selama jadi karyawan tidak anda rubah setelah anda pensiun. Otomatis uang dan aset pensiun akan habis.

Anda butuh ide menjaga uang dan aset anda setelah pensiun agar tidak berkurang , bahkan kalau bisa bertambah .

Seperti apa kita dilahirkan adalah takdir

Seperti apa kita bertumbuh adalah proses

Seperti apa kita di masa tua adalah keputusan

Dimulai dari keputusan hari ini , apa saja yang akan kamu lakukan ?

Anda bisa hubungi :

Yan – Asuransi Allianz

Whatsapp : 0821 8732 8732

Email : bahagia@berbahagia.com

Sudah Dewasa , Sudah Usia Kepala 50 an ,Tapi Masih Belum Bisa Mandiri, Masih Bergantung Pada Orang Tua – Ngenes

Ini adalah kisah yang dialami oleh sebuah keluarga burung. Si induk menetaskan beberapa telur menjadi burung-burung kecil yang indah dan sehat. Si induk pun sangat bahagia dan merawat mereka semua dengan penuh kasih sayang.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Burung-burung kecil inipun mulai dapat bergerak lincah. Mereka mulai belajar mengepakkan sayap, mencari-cari makanan untuk kemudian mematuknya.

Dari beberapa anak burung ini tampaklah seekor burung kecil yang berbeda dengan saudaranya yang lain. Ia tampak pendiam dan tidak selincah saudara-saudaranya. Ketika saudara-saudaranya belajar terbang, ia memilih diam di sarang daripada lelah dan terjatuh, ketika saudara-saudaranya berkejaran mencari makan, ia memilih diam dan menantikan belas kasihan saudaranya. Demikian hal ini terjadi seterusnya.

Saat sang induk mulai menjadi tua dan tak sanggup lagi berjuang untuk menghidupi anak-anaknya, si anak burung ini mulai merasa sedih. Seringkali ia melihat dari bawah saudara-saudaranya terbang tinggi di langit. Ketika saudara-saudaranya dengan lincah berpindah dari dahan satu ke dahan yang lain di pohon yang tinggi, ia harus puas hanya dengan berada di satu dahan yang rendah. Ia pun merasa sangat sedih.

Dalam kesedihannya, ia menemui induknya yang sudah tua dan berkata, “Ibu, aku merasa sangat sedih, mengapa aku tidak bisa terbang setinggi saudara-saudaraku yang lain, mengapa aku tidak bisa melompat-lompat di dahan yang tinggi aku hanya bisa berdiam. di dahan yang rendah?”

Si induk pun merasa sedih dan dengan air mata ia berkata, “Anakku, engkau dilahirkan dengan sayap yang sempurna seperti saudaramu, tapi engkau memilih merangkak menjalani hidup ini sehingga sayapmu menjadi kerdil.”

“Hidup adalah kumpulan dari setiap pilihan yang kita buat. Pilihan kita hari ini menentukan bagaimana hidup kita di masa depan. kita memiliki kebebasan memilih tetapi setelah itu kita akan dikendalikan oleh pilihan kita, jadi berpikirlah sebelum berbuat, sadari setiap konsekuensi dari pilihan yang kita buat.” Si induk mengakhiri nasihatnya.

http://www.berbahagia.com

KARYAWATI GILA KERJA SAMPAI LUPA NIKAH

Anda lulus kuliah . Anda memasuki dunia kerja. Anda bekerja , anda pekerja keras , anda sering lembur , anda mencapai level manajer bahkan mencapai level manajer senior dan bahkan mencapai level direktur.

Anda adalah karyawati teladan. Anda adalah tipe karyawati yang sangat disukai oleh semua pemilik perusahaan.

Anda gila kerja. Anda masuk kantor pagi hari sampai malam hari dan anda bekerja terus, melakukan aktifitas pekerjaan yang menjadi tanggung jawab anda. Anda sering pulang larut malam, bahkan akhir pekan pun anda masih bekerja.

workalholic – gila kerja

Tiba tiba anda sudah memasuki usia 45 tahun dan anda baru sadar bahwa anda sudah tua saat melihat teman teman seusia anda sudah memiliki anak berusia remaja.

Anda tiba tiba tersadar bahwa anda tidak pacaran selama ini, anda tidak mempunyai hubungan serius dengan seseorang, anda belum menikah. Pas anda reuni dengan teman teman kuliah anda, teman teman kuliah anda membawa anak anaknya yang sudah berusia remaja.

Anda merenungi hidup anda. Waktu yang anda habiskan di dunia kerja. Prestasi dan Gaji yang anda peroleh selama ini menjadi tidak sepadan dengan waktu yang sudah terbuang di pekerjaan.

Gaji anda besar. Tapi anda baru menyadari kesepian .

Anda tinggal dengan orang tua anda. Anda dekat dengan keponakan keponakan anda dan menjadi tante yang baik karena sering mentraktir dan membelikan hadiah ke keponakan keponakan anda.

Anda adalah wanita dan anda sudah terbenam di dunia kerja selama puluhan tahun . Usia 45 anda baru mencari pasangan hidup. Kalaupun anda menikah , kemungkinan memiliki anak sudah meredup. Sebentar lagi anda sebagai wanita memasuki masa menopause. Kalaupun anda akhirnya menikah , hamil di usia diatas 40 tahun tinggi resikonya baik resiko keguguran, resiko gangguan di pertumbuhan janin ataupun resiko ke ibunya.

Lebih ngenes lagi , anda sebagai wanita , tidak menemukan pasangan hidup dan akhirnya anda memasuki usia 55 tahun. Menopause pasti sudah terjadi dan kalaupun akhirnya menikah , tujuan utama menikah untuk memiliki keturunan sudah tidak mungkin terjadi di anda.

Problem hidup wanita kalau lupa menikah dan memasuki usia pensiun di 55 tahun adalah tiba tiba penghasilan bulanan hilang karena sudah pensiun, tiba tibu dunia menjadi sepi karena orang tua tidak bersama kita lagi karena orang tua tidak mungkin abadi umurnya , tiba tiba dunia sepi karena keponakan keponakan kita sudah dewasa dan sudah berkeluarga, memiliki pasangan sendiri dan asyik dengan keluarga mereka sendiri.

tua – kesepian

Anda dekat dengan teman teman kantor anda , tapi teman teman kantor anda juga punya anak dan masing masing teman kantor anda sudah asyik dengan anak anaknya yang sudah mulai dewasa bahkan ada teman kantor anda yang sudah memiliki cucu.

Saudara saudara kandung anda juga tidak bisa menemani anda , karena mereka memiliki anak anak yang sudah beranjak dewasa bahkan sudah berusia dewasa dan lebih memilih berkumpul dengan anak anaknya, bahkan mungkin sudah punya menantu , bahkan cucu.

Di rumah saudara kandung anda , dipajang foto saudara kandung anda dengan pasangannya beserta anak ,menantu dan cucu. Tidak ada foto bersama anda yang dipajang di rumah mereka.

usia tua -makan sendiri – tidak ada yang menemani

Di rumah teman teman anda baik teman teman kantor maupun teman teman ex kuliah atau ex sekolah , dipajang foto teman anda beserta pasangannya beserta anak,menantu dan cucu. Tidak mungkin ada foto bersama anda yang dipajang.

Keponakan keponakan anda yang sudah beranjak dewasa melupakan anda sebagai tante yang royal dan suka traktir waktu mereka kecil. Keponakan keponakan anda sangat memperhatikan ayah ibu kandungnya sendiri , karena hukum alam adalah anak berbakti kepada orang tuanya. Tidak ada hukum alam keponakan berbakti kepada tantenya .

Perusahaan tempat anda mengabdi juga sudah melupakan anda karena anda sudah pensiun. Anda adalah mur dan baut yang bisa digantikan .

Lebih ngenes lagi , kalau anda sudah mengabdi sampai umur 50 tahun dan lupa menikah , tiba tiba perusahaan terimbas pandemi Covid-19 dan anda di PHK.

Tidak ada satupun perusahaan di Indonesia yang memberikan dan membiayai fasilitas pembekuan sel telur . Coba kalau ada , pasti karyawati yang memutuskan mengabdi dan bekerja mati matian untuk perusahaan pasti bisa membekukan sel telurnya di saat usia subur umur 30 an dan saat mendadak tersadar untuk menikah di usia 45 pun masih besar harapan memiliki anak dengan menggunakan sel telur yang dibekukan di usia produktif. Sayangnya tidak ada perusahaan di Indonesia yang memberikan fasilitas itu , tidak ada satupun asuransi di Indonesia yang mau membayar untuk hal itu.

Anda pensiun sebagai karyawati di usia 55 tahun. Anda tidak menikah. Penghasilan bulanan berhenti karena sudah pensiun. Anda harus mulai berhemat karena tidak memiliki anak , yang bisa berbakti kepada anda sebagai orang tua dan menemani anda, memperhatikan anda, bahkan memberikan uang bulanan dan menjaga anda. Anda harus berhemat karena sudah tidak memiliki penghasilan bulanan, anda hidup dari tabungan , anda harus menjaga kesehatan karena kalau sakit tidak ada yang bisa anda bikin repot.

usia tua – tapi harus melakukan segalanya sendiri

Di kehidupan sehari hari wanita yang telat menikah disebut perawan tua. Bahasa Inggris pun mengakui hal ini karena ada kata ” SPINSTER ” yang artinya perawan tua.

Tapi kalau anda sudah memasuki usia 55 tahun dan pensiun dari perusahaan yang anda cintai dan tempat anda mengabdi dari muda , maka anda disebut nenek perawan tua , karena sudah masuk usia setengah abad

tua – kesepian

Anda pensiun di umur 55 tahun . Gelar karyawati sudah tidak bisa anda sandang lagi. Perusahaan tempat anda bekerja tetap berjalan dan bahkan makin berkembang karena anak pemilik perusahaan sudah mengambil alih tampuk kepemimpinan dan mengembangkan perusahaan dengan cara modern. Tanpa kehadiran anda pun perusahaan tetap berjalan karena pemilik perusahaan memiliki anak yang meneruskan usahanya.

Itulah kenyataan hidup yang tidak pernah disadari wanita karir yang melupakan kodratnya.

Seperti apa kita dilahirkan adalah takdir

Seperti apa kita bertumbuh adalah proses

Seperti apa kita di masa tua adalah keputusan

Dimulai dari keputusan hari ini , apa saja yang akan kamu lakukan ?

Anda bisa hubungi :

Yan – Asuransi Allianz

Whatsapp : 0821 8732 8732

Email : bahagia@berbahagia.com

Berat Segelas Air

Saat Stephen R. Covey mengajar tentang Manajemen Stress, dia bertanya kepada para peserta kuliah. “Menurut anda, kira-kira berapa berat segelas air ini?” Jawaban para peserta sangat beragam, mulai dari 200 gram sampai 500 gram.

“Sesungguhnya yang menjadi masalah bukanlah berat absolutnya. Tetapi berapa lama anda memegangnya,” ungkap Covey.

“Jika saya memegang nya selama satu menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama satu jam, lengan kanan saya akan sakit. Jika saya memegangnya selama satu hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya,” lanjutnya.

“Beratnya sebenernya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat. Jika kita membawa beban terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu terasa meningkat beratnya,” ungkap Covey.

“Yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut. istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi. Kita harus meninggalkan beban kita, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi. Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sehari-hari, tinggalkan beban pekerjaan anda. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok,” lanjutnya.

“Apapun beban yang ada di pundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak. Setelah beristirahat, nanti dapat diambil lagi. Hidup ini sangat singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya. Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di dalam hati kita,” kata Covey.

http://www.berbahagia.com