DI PHK RASANYA DUNIA RUNTUH

Orang yang sudah berkeluarga, memiliki anak pasti merasakan dunia runtuh kalau di PHK.

Seorang cowok kalau sudah berumur di atas 45 tahun dan sudah berkeluarga , kalau tiba tiba di PHK pasti merasakan dunia runtuh dan masa depan suram.

Seseorang kalau mendapatkan pemberitahuan di PHK pasti rasanya seperti mengalami serangan jantung dadakan dan disetrum pakai listrik berdaya besar.

Dilema karyawan adalah masa depan tidak pasti karena nasib hidupnya ditentukan oleh pemilik perusahaan . Si karyawan bisa di PHK sewaktu waktu , walaupun sudah mengabdi di perusahaan puluhan tahun.

Pemilik perusahaan adalah pemilik kapal sekaligus nakhoda kapal yang mengarahkan kapal ke suatu tujuan . Jadi pemilik kapal tersebut pasti tahu sekali kondisi kapal dan keberhasilan kapal mencapai tujuan . Jika suatu saat kapal ternyata sudah tidak bisa dipertahankan , pasti pemilik kapal sudah siap menyelamatkan diri terlebih dahulu.

Karyawan yang bekerja di perusahaan tidak bisa melawan perubahan . Perubahan teknologi bisa menyebakan PHK. Perubahan manajemen bisa menyebabkan PHK. Perubahan kepemilikan perusahaan bisa menyebabkan PHK. Perubahan generasi pemilik perusahaan dari orang tua ke anak bisa menyebabkan PHK . Perubahan aturan pemerintah bisa menyebabkan PHK.

Kita hidup tidak bisa melawan perubahan .

Masalahnya adalah karyawan justru adalah orang yang pasrah pada perubahan .

Jadi kalau karyawan berani berkeluarga , mencicil rumah dan mobil karena merasa aman telah memiliki pekerjaan , maka sebenarnya karyawan itu mengambil resiko lebih besar daripada pebisnis . Karena ibarat terjun ke laut , si pebisnis adalah orang yang paling tahu besarnya ombak laut, dalam nya laut serta kondisi cuaca di laut tersebut , sedangkan karyawan adalah orang yang ikut terjun dan memegang tali dibawa oleh si pebisnis tanpa mengetahui kondisi laut yang diarungi karena hanya mengikuti dan percaya pada si pebisnis yang memimpin .

Jika ada yakin anda pasti akan bekerja sampai anda pensiun di perusahaan tanpa di PHK , maka selamat karena anda adalah orang yang beruntung.

Jika ada tidak yakin akan kelanggengan anda bekerja di perusahaan anda saat ini , maka anda perlu membuka mata dan telinga untuk mempelajari hal baru, menambah teman baru dan mencoba hal baru yang berbeda dengan pekerjaan anda saat ini.

Tidak ada kata terlambat . Yang ada adalah penyesalan karena tidak pernah mencoba hal baru.

KIRIM WHATSAPP KE KAMI!

Whatsapp : 082187328732

Bisnis Sepi Banget , Omzet Turun Habis, Boro Boro Untung, Bertahan Hidup Saja Sudah Bersyukur Banget , Kalau Bangkrut Ya Pasrah Saja

Jadi pengusaha hari ini mumet habis, pusing tujuh keliling , sakit kepala habi habisan. Minum obat sakit kepala satu strip juga tidak akan mempan karena sumber sakit kepala bukan di badan tapi di bisnis yang lagi kelimpungan.

Konsumsi turun habis selama pandemi Covid 19. Banyak karyawan yang gajinya dipotong sehingga mereka mengurangi konsumsinya. Belanja hal hal yang tidak perlu dikurangi dan hanya belanja hal hal pokok dan penting saja.

Hal hal pokok paling banter adalah sembako, biaya internet, biaya pulsa, biaya listrik , air , biaya bahan makanan karena rata rata makan di rumah sehingga masak sendiri , biaya gas. Makan di luar dikurangi bahkan ditiadakan sehingga menghantam bisnis restoran dan rumah makan. Bepergian dikurangi bahkan ditiadakan sehingga menghantam bisnis tour travel, pesawat, angkutan antar kota . Belanja pakaian,kosmetik,sepatu dikurangi bahkan ditiadakan karena lebih sering di rumah. Kalaupun harus bekerja via zoom meeting cukup baju atasan saja yang kelihatan rapi, bawahan mau pakai celana pendek pun tidak problem , bertelanjang kakipun tidak problem. Di depan zoom meeting pakai kosmetik merek murahpun yang buatan lokal tidak problem karena toh tidak bekerja diluar sehingga lipstik yang dipakai tidak perlu yang tahan lama tidak luntur. Baju atasan juga tidak perlu baru , bahkan kalau sisi belakang baju atasan sudah agak luntur pun tidak problem , toh zoom meeting kan yang penting bagian depan baju saja.

Ngopi di luar seperti di kafe dikurangi dan paling banter minum kopi sachet atau kopi instant saja di rumah. Petani kopi jadi menjerit karena hasil panen banyak tidak terjual.

Ternyata di saat manusia hanya membeli barang yang dibutuhkan dan bukan barang yang diinginkan maka akan menjadi bencana bagi pengusaha. Aturan teori dari perencana keuangan selalu mengatakan belilah barang yang dibutuhkan , bukan barang yang diinginkan. Ternyata virus Covid 19 bisa menwujudkan aturan membeli barang yang dibutuhkan dan bukan membeli barang yang diinginkan. Hasilnya banyak pengusaha yang bangkrut dan gulung tikar, memperkecil skala usaha, megap megap mempertahankan bisnis tetap berjalan.

Di saat pandemi Covid 19 ini, pengusaha yang berekspansi dengan bahan bakar hutang bank adalah yang paling pertama terhantam keuangannya karena terjerat hutang dan walaupun sudah diberikan relaksasi ternyata tidak sanggup membayar bunga diskon yang diberikan , boro boro bisa bayar pokok.

Rata rata pengusaha tidak memiliki cadangan dana likuid alias uang tunai untuk bertahan disaat paceklik . Permainan pengusaha untuk berkembang dan maju rata rata sederhana yakni memainkan tempo perputaran piutang melawan tempo perputaran hutang . Artinya mengusahakan umur tagihan ke pelanggan lebih pendek daripada umur hutang ke supplier. Dan menggunakan hutang bank sebagai booster untuk melejitkan bisnis. Semua aset tetap yang dimiliki yang rata rata berbentuk properti rumah dan tanah disekolahkan ke bank alias dijadikan jaminan untuk memperoleh dana kredit bank.

Di saat pandemi Covid 19 ini , pengusaha mendapatkan bencana . Biasanya mendapatkan berkah kalau memiliki kredit bank dan kalau bisa kredit ank diperbesar terus setiap tahun. Hari ini pengusaha memperoleh bencana karena omzet turun drastis , tagihan ke pembeli banyak yang macet yang otomatis mempengaruhi pembayaran hutang ke supplier. Untuk menjaga agar arus uang tidak negatif habis , akhirnya mengambil keputusan hanya menjual dengan syarat tunai karena supplier juga mengharuskan bayar dulu baru dapat barang. Otomatis sudah omzet turun , makin turun lagi karena syarat tunai tersebut. Omzet turun , tagihan macet, hutang ke supplier jatuh tempo mempengaruhi arus kas dan otomatis mempengaruhi cicilan ke bank . Tidak ada arus kas positif pasti membuat pembayaran cicilan hutang ke bank tersendat. Boro boro bayar cicilan ke bank , bayar bunga ke bank saja sudah megap megap.

Semua biaya akhirnya dihemat, termasuk biaya gaji karyawan. Disinilah bencana kedua muncul , gaji karyawan dipotong disaat pandemi meruntuhkan semangat karyawan dan moral kerja karyawan. Semangat dan moral kerja adalah darah dalam persaingan bisnis. Karyawan yang lesu dan tidak bersemangat mempengaruhi kualitas layanan dan kualitas penjualan. Endingnya adalah omzet turun , bisnis makin terpuruk karena kualitas layanan dan kualitas produk hancur yang disebabkan kualitas karyawan yang menurun karena gaji mereka dipotong.

Lingkaran setan ini adalah buah simalakama yang harus diterima pengusaha. Pil pahit ini diperparah lagi oleh kondisi si pengusaha yang berusaha mendapatkan cash flow dengan mencoba melunasi hutang bank dengan menjual aset properti yang dijaminkan. Problem terbesar menjual properti di saat pandemi covid adalah pembeli menawar harga serendah mungkin karena beranggapan semua orang yang menjual properti pasti lagi butuh uang. Alhasil properti tidak terjual karena pengusaha tidak rela mengobral propertinya dibawah harga yang diinginkan si pengusaha.

Lingkaran setan ini akhirnya selesai saat si pengusaha di pailitkan oleh suppliernya atau bangkrut sendiri karena kehabisan dana.

Pailit karena si pengusaha ngotot tidak rela menjual aset properti yang dimiliki dengan harga murah seperti yang diinginkan pembeli yang semua menawar dengan harga murah sehingga dana tunai menipis. Bangkrut juga karena si pengusaha ngotot tidak rela menjual aset properti yang dimiliki dengan harga murah sehingga kehabisan dana.

Kalau ada pengusaha yang merasa kalau tulisan ini adalah khayalan semata dan tidak sesuai kenyataan , boleh protes ke saya . Berarti saya yang berkhayal dan anda sebagai pengusaha yang benar atau jangan jangan anda yang berkhayal bahwa bisnis lagi bagus banget, untung lagi besar besar , arus kas alias cash flow lagi positif banget, dana tunai di tangan lagi banyak banget . Stress berkepanjangan bagi pengusaha di saat pandemi Covid 19 bisa menimbulkan fatamorgana dan ilusi bahwa semua baik baik saja dan kemudian tiba tiba bisnis tutup dan bangkrut karena ilusi yang dihasilkan stress tadi.

Seperti apa kita dilahirkan adalah takdir

Seperti apa kita bertumbuh adalah proses

Seperti apa kita di masa tua adalah keputusan

Dimulai dari keputusan hari ini , apa saja yang akan kamu lakukan ?

Anda bisa hubungi :

Yan – Asuransi Allianz

Whatsapp : 0821 8732 8732

Email : bahagia@berbahagia.com

Hidup sebagai karyawan di saat pandemi Covid 19

Hari ini sebagian dari anda yang menjadi karyawan/karyawati mengalami pemotongan gaji .

Ada yang dipotong 50 persen seperti di industri fashion , retail fashion .

Ada yang dipotong 90 persen seperti di industri travel . Ada perusahaan biro wisata yang memotong gaji karyawannya sampai 90 persen . Ada manajer perusahaan airlines yang memperoleh gaji sudah diatas 20 jutaan per bulan harus pasrah menerima gaji sebesar UMR saja sekarang.

Ada yang tidak diberikan gaji sama sekali namun tidak di PHK juga , bahasa kerennya adalah unpaid leave. Jadi pekerja kantoran atau white collar job tapi dibayar seperti buruh harian . Jadi disuruh tidak perlu ngantor dan selama tidak ngantor tidak dibayar sama sekali .

Sebagian besar dari karyawan/karyawati adalah orang yang mengarah ke kutub spesialis Misal jika dia lulus dari jurusan akuntansi , maka dia akan berkarir di dunia akuntansi .

Sebagian besar orang dalam hidupnya adalah spesialis sehingga menjadi label orang tersebut. Misalnya ada orang yang dari muda sales mobil , maka kalau mau beli mobil pasti ingat cari orang tersebut. Ada yang dari muda agen properti , maka kalau mau cari properti pasti cari orang tersebut. Ada yang dari muda berkarir di bank , maka kalau mau taruh dana atau mau pinjam dana pasti cari orang tersebut. Itu sudah menjadi aturan main dalam kehidupan.

Sedikit sekali orang yang menjadi generalis , artinya bisa berubah ubah keahlian sesuai situasi dan jaman.

Sebagian besar dari karyawan yang spesialis tersebut adalah workalcholic yang artinya mencurahkan sebagian besar dari hidupnya untuk pekerjaan.

Jadi 100 persen dari waktu di kehidupannya dicurahkan untuk pekerjaan.

Nah , di saat pandemi Covid 19 ini , sebagian besar karyawan/karyawati yang spesialis dan mencurahkan 100 persen waktunya untuk pekerjaan mengalami kondisi galau habis dan kacau habis.

Galau karena mendadak beban kerja berkurang sehingga bingung harus ngapain dan kacau habis karena mendadak gaji dipotong bahkan tidak digaji sehingga kondisi keuangan menjadi morat marit.

Ada hal yang tidak bisa dikembalikan lagi , tidak bisa dibeli namun sangat disia sia kan oleh karyawan/karyawati, namanya WAKTU.

Telepon telah berubah dengan cepat dari telepon rumah menjadi smartphone yang telah menggantikan banyak gadget seperti komputer, kamera,perekam,televisi,alat pembayaran sehingga dengan smartphone kita bisa memotret , merekam video, menonton , berkomunikasi video,suara,text,mendengarkan musik, berselancar di dunia maya, melakukan transaksi keuangan,membayar ,memesan alat transportasi , mengirim barang via kurir dan banyak hal lagi yang bisa dilakukan smartphone.

Bahkan hari ini kita lebih takut ketinggalan smartphone daripada ketinggalan dompet. Karena via smartphone kita bisa memesan makanan, membeli barang di online, memesan transportasi , melakukan transfer dan pembayaran dengan internet banking.

Namun anda sebagai karyawan tidak berubah , tetap setia di pekerjaan yang anda lakoni sesuai jurusan kuliah anda , bahkan tetap setia bekerja di perusahaan yang sama.

Media sosial juga sudah berubah dari jaman dulu sahabat pena , masuk ke era myspace,friendster, kemudian path , dan hari ini facebook, instagram,tiktok, snap, whatsapp .

Anda sebagai karyawan yang mencurahkan 100 persen waktu dan pikiran anda untuk pekerjaan tidak pernah mempunyai waktu untuk membangun jejaring networking .

Dari anda lulus kuliah sampai hari ini , anda praktis tidak menambah teman teman baru kecuali teman ex sekolah , teman ex kuliah dan teman teman kantor yang tentunya merupakan pesaing anda karena tidak ada kantor yang tidak memiliki intrik politik kantor.

Mendadak anda bingung di saat pandemi Covid 19, membabi buta bergabung bisnis MLM multilevel marketing atau menjadi agen asuransi jiwa karena diberikan janji kaya dari yang ngajak , padahal yang ngajak itu memberikan preview saja seperti kalau nonton film kita beli tiket bioskop dan nonton karena tergoda trailer film.

Dan 99 persen dari yang bergabung ke MLM dan asuransi jiwa gagal total dan endingnya pasrah berhemat habis habisan karena gaji dipotong bahkan tidak digaji , alias kembali ke awal , yakni takdir sebagai karyawan/karyawati.

Bagaimana mungkin anda yang menjadi karyawan/karyawati yang kutub spesialis, mencurahkan waktu 100 persen ke pekerjaan, tidak pernah meluangkan waktu membangun jejaring , bahkan tidak pernah meluangkan waktu bertemu untuk ngopi ngopi dengan teman teman ex sekolah atau ex kuliah , mendadak bisa sukses di MLM atau asurransi jiwa?

Anda saat bergabung di MLM atau asuransi jiwa sekarang dan mendadak menghubungi teman ex sekolah atau teman ex kuliah anda untuk menawarkan produk atau asuransi tentunya akan dipandang heran oleh teman yang anda tawarkan. Kok nga pernah ngobrol , nga pernah ngopi ngopi , mendadak pas ada maunya main nawarin barang saja , sudah pasti jualan anda ditolak dan hasilnya zonk.

Itulah realita anda sebagai karyawan/karyawati di era pandemi Covid 19.

Kalau anda sabar dan mau belajar , anda bisa kami bimbing untuk melepaskan diri dari kutub spesialis , beradapatasi dengan perubahan yang semakin cepat karena dalam 3 tahun ke depan internet sudah 5G dan semakin cepat kecepatan internet maka semakin banyak yang ngotot di kutub spesialis akan tumbang.

Anda bisa hubungi :

Yan – Asuransi Allianz

Whatsapp : 0821 8732 8732

Email : bahagia@berbahagia.com

<p value="<amp-fit-text layout="fixed-height" min-font-size="6" max-font-size="72" height="80"><amp-fit-text layout="fixed-height" min-font-size="6" max-font-size="72" height="80">