Anda tinggal di pinggiran Jakarta , baik di bekasi maupun tangerang , rumah anda besar , model cluster tanpa pagar , lingkungan di rumah anda hijau dengan udara yang segar dan banyak burung berkicau .  Harusnya anda sehat dan bahagia tinggal di pinggiran Jakarta dengan suasana hijau begitu bukan ?

Sayangnya anda harus mencari nafkah di Jakarta sebagai karyawan alias kuli yang memiliki aturan tidak boleh terlambat , sanksi kalau terlambat , sanksi kalau bolos dan hanya punya batasan cuti maksimal 12 hari dalam setahun termasuk cuti massal .  Minimal setiap hari Senin sampai Jumat anda harus menuju Jakarta untuk mencari nafkah.

Anda Berangkat Kerja.

Tempat tinggal anda di pinggiran Jakarta jauh dari stasiun kereta , sehingga mau tidak mau anda harus mengemudikan mobil anda sendiri ke Jakarta . Anda tidak punya supir karena level anda sebagai karyawan tidak mendapat fasilitas supir .

Bayangkan anda wajib bangun super pagi supaya sudah bisa berada di jalan tol sebelum jam 6 pagi supaya anda bisa sampai ke Jakarta tanpa mengalami kemacetan yang bisa berlangsung minimal 2 jam di jalan tol  . Kalau anda terlambat bangun 10 menit saja maka waktu tunggu anda di jalan karena kemacetan anda bertambah minimal 1 jam lagi .

Perumahan tempat anda tinggal membuat anda harus melewati jalan tol untuk mencapai Jakarta . Lebar jalan tol tidak bertambah lebar , hanya muat maksimal 4 lajur mobil , sedangkan perumahan perumahan baru terus tumbuh sepanjang jalan tol dengan exit ramp exit ramp; baru . Artinya banyak manusia baru yang tinggal di wilayah jalan tol yang anda lewati dan akan menambah kepadatan jalan tol sehingga waktu tempuh anda akan makin lama ke Jakarta jika anda tidak bangun lebih pagi lagi dan sudah berada di jalan tol lebih pagi lagi.

Bisa jadi dalam beberapa tahun ke depan , anda sudah harus bangun jam 4 pagi dan sudah harus berada di jalan tol jam 5 pagi untuk menuju Jakarta.

Anda adalah orang hebat, pagi pagi sudah harus meninggalkan rumah , meninggalkan pasangan anda dan anak anak anda , untuk mencari nafkah . Anda berangkat meninggalkan rumah bahkan sebelum ayam berkokok .  Bisa jadi jika anda memelihara ayam jantan , andalah yang membangunkan ayam jantan itu untuk berkokok , bukan ayam jantan tersebut yang berkokok untuk membangunkan anda .

Anda bersyukur mobil anda menggunakan persneling otamatis sehingga hanya perlu menginjak pedal gas dan rem sepanjang merayap di kemacetan menuju Jakarta. Coba bayangkan kalau mobil anda menggunakan persneling manual , anda harus berpindah dari kopling , rem dan gas , bisa jauh lebih stress lagi .

Biaya hidup anda juga lebih mahal jika anda mencari nafkah di Jakarta dibandingkan dengan orang yang tinggal di Jakarta dan mencari  nafkah di Jakarta jika anda mengemudikan mobil ke Jakarta. Kenapa ?  Karena anda harus membayar biaya tol pulang dan pergi , ban mobil anda lebih cepat aus sehingga lebih sering harus diganti , mobil anda harus lebih sering masuk bengkel untuk minimal tune up dan ganti oli karena kilometer mobil anda pasti lebih banyak daripada kilometer mobil orang Jakarta.

Sampai di Jakarta dan keluar dari jalan tol , anda harus menghadapi kemacetan jalan di kota Jakarta yang juga sama parahnya dengan jalan tol karena berbeda dengan di jalan tol , di jalanan kota Jakarta anda akan berhadapan dengan ribuan motor di setiap jalan yang anda lalui dan harus di ingat motor adalah raja jalanan .

Anda harus mengambil keputusan super cepat di balik kemudi apakah harus nyelip, harus ambil kiri,harus ambil kanan,atau ikut antrian , harus cepat melihat ada celah kosong untuk masuk disaat anda mau ambil sisi kiri atau sisi kanan.  Anda adalah manusia super yang harus mengambil keputusan super cepat dalam hitungan seper sekian detik dibalik kemudi mobi dan itu harus anda lakukan tiap hari . Padahal saat mengambil keputusan yang berhubungan dengan masa depan anda , anda mikirnya setengah mati sampai akhirnya tidak berani mengambil keputusan. Bukankan itu ironis sekali ?

Sesampainya di tempat anda bekerja , anda harus buru buru supaya tidak telat menempelkan jari anda di mesin absensi karena resiko telat bisa berakibat pada hilangnya uang makan atau pemotongan gaji dan munculnya surat peringatan dari HRD kalau anda telat berkali kali sehingga mempengaruhi penilaian karir anda . Stress juga ya !

Anda Pulang Kerja

Jam kerja berakhir , jam 5 sore sudah . Anda pun ber siap siap menghidupkan mobil anda dan mulai menyusuri jalanan di kota Jakarta yang juga sudah macet untuk memasuki jalan tol menuju rumah anda di pinggiran Jakarta .

Sialnya semua perusahaan memiliki jam bubar kerja yang sama yakni jam 5 sore juga sehingga di jam yang sama di sore hari semua kendaraan mendadak tumpah ruah di jalanan berebutan celah untuk buru buru sampai di rumah untuk beristirahat dan bercengkrama dengan keluarga. Semua ingin buru buru pulang .  Di saat pagi hari ingin buru buru sampai di tempat kerja supaya tidak terlambat absensi , pas pulang juga ingin buru buru pulang supaya bisa bertemu dengan keluarga dan memiliki sedikit waktu bercengkrama dengan keluarga.

Alhasil , di sorea hari jalanan menjadi super padat dan super macet , apalagi jika di hari Jumat alias weekeng , kemacetan bisa lebih parah lagi , dan jika ditambah hujan lebat yang menyebabkan genangan air maka macet yang terjadi adalah parah banget.

Anda sekali lagi harus menginjak pedal gas dan rem selama ber jam jam untuk menempuh perjalanan pulang , kalau mobil anda adalah mobil transmisi manual maka lebih parah lagi karena anda harus menginjak pedal kopling,gas dan rem untuk menempuh perjalanan pulang , menembus kemacetan parah di jalanan kota Jakarta di di jalaln tol menuju ke tempat tinggal anda di pinggiran Jakarta.

Anda sampai di rumah sudah jam 8 malam , burung burung yang berkicau di sore haripun sudah pada tidur dan tidak berkicau lagi di pepohonan ,pohon pohon yang hijau di seputaran rumah anda pun tidak terlihat hijau karena hari sudah gelap , lampu teras rumah , lampu jalan dan lampu rumah pun sudah dinyalakan . Hari sudah malam.  Anda buru buru mandi , makan malam , beristirahat sambil bercengkrama dengan anak anak anda . Anak anda jam 10 malam sudah harus tidur karena pagi hari harus berang sekolah. Anda sendiri jam 11 malam pun harus tidur karena pagi hari anda sudah harus menghidupkan mesin mobil anda di jam 5 an pagi untuk mengulang rutinitas menembus kemacetan jalan tol menuju Jakarta.

Rutinitas menempuh kemacetan jalan tol dan jalan macet di Jakarta harus anda lakukan seumur hidup sampai anda pensiun atau sampai anak anak anda sudah selesai kuliah dan sudah berkarir , sehingga anda sudah tidak perlu gila gilaan bekerja mencari nafkah untuk keluarga lagi. Anda harus ngoyo sampai waktunya tiba .

Hari Sabtu Minggu adalah hari kebebasan anda untuk menikmati suasana rumah anda yang tidak dapat anda nikmati di hari Senin sampai Jumat , hari anda untuk ke mal , hari anda untuk keluarga dan orang tua , hari anda untuk ber networking dengan teman teman

Anda menjadi tua di jalan karena praktis setiap hari anda harus menghabiskan minimal 4 jam di jalan , 4 jam yang berharga yang bisa anda gunakan untuk hal lain seperti jogging , jalan pagi, kuliner pagi atau kuliner sore , mentransfer skill anda ke anak anak anda , bercengkrama dengan pasangan , melakukan hobi anda , mengupdate skill anda dan masih banyak hal yang bisa anda lakukan selama 4 jam tersebut.

Pertanyaan sederhana adalah Sudah Berbahagiakah Anda jika anda tua di jalan ?

Jika anda belum berbahagia , tanpa meninggalkan bisnis  anda dan pekerjaan yang anda tekuni  saat ini  , anda dapat memiliki penghasilan tambahan yang seiring waktu anda membesar dan di satu waktu penghasilan tambahan ini akan menyamai penghasilan yang anda peroleh dari bisnis dan pekerjaan anda dan seiring waktu akan jauh melebihi penghasilan dari pekerjaan dan karir anda. Hebatnya lagi anda tidak perlu meninggalkan pekerjaan anda sama sekali , tidak ada waktu kerja anda yang terganggu sama sekali.

Jika anda tertarik :

Silahkan Email ke :

bahagia@berbahagia.com

atau

Whatsapp ke : 0897 3346 698

atau baca  :

https://berbahagia.com/tentang-berbahagia-com/