Dalam hidup kita selalu menjadi mayoritas yang hidupnya ada di dalam kondisi ekonomi rata rata. Artinya kita menjadi karyawan alias budak korporat itu artinya kita menjalani hidup yang sama dengan mayoritas orang yang menjadi budak korporat yakni menjadi pengikut dan hidup kita diarahkan untuk menjalankan rencana dari pemimpin perusahaan dan pemilik perusahaan.

Coba kalau kita berani berbeda dan mencoba melakukan perubahan , bisa jadi kita akan menjadi orang yang berhasil keluar dari lingkaran setan menjadi pengikut saja dan bahkan kita berhasil memiliki banyak pengikut .
Dalam kehidupan sehari hari banyak yang tidak menjalankan hukum pareto yakni hukum 80 20 dimana 80 persen hasil dihasilkan oleh 20 persen usaha.
Banyak dari kita bekerja mati matian di perusahaan sampai lembur lembur demi imbalan yang disebut gaji tanpa berhasil naik ke jenjang karir tertinggi dan rata rata hampir semuanya mentok di posisi tertentu dan menjalaninya dengan pasrah sampai pensiun.
Masalahnya karena kita mendekam di kantor dan berkutat hanya dengan teman teman sekantor yang sama sama terjebak aturan harus mendekam di kantor maka kita kehilangan momen momen berharga untuk memperluas pergaulan, menambah teman teman di luar pekerjaan yang bisa membantu kita untuk cukup menggunakan 20 persen dari waktu kita untuk menghasilkan 80 persen dari penghasilan kita. Itulah nasib jadi budak korporat alias karyawan.
Bahkan kalau kita sakitpun kita paksain diri kita tetap ngantor dan kalau sakit parah kita berusaha cepat sembuh supaya bisa ngantor karena prestasi kita dan penghasilan kita diukur salah satunya dari kehadiran kita di kantor.
Kalau mau kaya kita harus kerja keras dan ini pasti salah karena kerja keras tidak akan membuat kita kaya.
Karyawan alias budak korporat adalah orang yang tidak pernah menggunakan hukum pareto dalam menjalani hidupnya dari mulai masuk dunia kerja sampai pensiun selama dia tidak pernah berusaha untuk melakukan hal berbeda di luar rutinitas kerja nya.
Praktisi hukum pareto tidak pernah memperhatikan tanggal merah karena bagi praktisi hukum pareto hari apapun bisa menjadi tanggal merah untuk menikmati hidup dan tidak perlu memiliki priviledge untuk mendapatkan 12 hari cuti per tahun karena praktisi hukum pareto bisa cuti kapanpun dia mau asalkan menyisihkan 20 persen dari waktu produktifnya untuk mendapatkan kenikmatan bisa menikamti hidup di 80 persen dari waktu produktifnya.
Bagi anda yang ingin mencoba menjadi praktisi hukum pareto buat menikmati 80 persen dari waktu anda untuk menikmati hidup , anda bisa mencoba sambilan menyisihkan 20 persen dari waktu anda di waktu kerja ataupun setelah jam kerja untuk menjalankan aktifitas sambilan dengan bergabung bersama berbahagia.com
Leave a comment